Entry: wajah asing di kota asing Oct 10, 2008



Seorang bekas teman SMA kelahiran Bogor mengeluh, saat ini jika dia melewatkan akhir pekan di tempat-tempat umum di Bogor, sulit sekali menemukan wajah-wajah yang dikenalnya semasa kecil atau remaja. Dia merasa terasing di kota sendiri. Pusat perbelanjaan dipadati orang, begitu pula tempat wisata, tapi tidak ada suasana hangat maupun akrab seperti dulu, katakanlah 25 - 30 tahun lalu, ketika para pengunjung toko masih kerap saling bertegur sapa dan pemilik toko kelontong membiarkan anak si pengunjung mengambil 1 - 2 butir permen dari dalam stoples.

Seperti halnya wilayah lain di seputar ibu kota yang menjadi tujuan urbanisasi, Bogor telah menjadi tempat tinggal bagi wajah-wajah asing yang menghabiskan akhir pekan di pusat perbelanjaan dan resto-resto waralaba. Sedikit banyak, pusat perbelanjaan dan resto waralaba telah mengikis keunikan Kota Hujan. Tidak perlu ke Jakarta untuk menghirup kopi rasa Amerika, konon. Tradisi menghirup bajigur di sore berhujan telah lama terlupakan, mungkin sedikit orang masih melakukannya, tapi entah di mana karena warung bajigur Taman Kencana telah lama tutup.

Saya lupa, kapan tepatnya kompleks-kompleks bernama asing mulai bermunculan di Bogor. Oh, bukan kompleks, tapi perumahan real estat. Saya yakin, bukan hanya karena otak yang pernah gegar dan mulai menua ini maka saya jadi sulit menghafal nama perumahan itu, tapi karena jumlahnya yang terus bertambah. Kini penduduk semakin padat, kebutuhan perumahan terus meningkat. Belum lagi kalau ada yang usaha beternak rumah. Rumah dibeli, tapi bukan untuk ditempati. Dan tentu saja, dibeli dengan mengajukan kredit. Sebab konon, selain sulit mengumpulkan uang senilai sebuah rumah dalam waktu singkat, hanya orang ketinggalan zaman saja yang tidak membeli apa pun dengan berutang.

 

Sungguh posting yang tidak keruan, memunculkan keresahan tanpa penyelesaian. Bagaimanapun, semua orang tahu, dunia memang tidak akan pernah membaik. Yang harus ditingkatkan adalah rasa percaya diri dan optimisme. Seperti developer dan agen properti yang ingin menjual apartemen bersubsidi di Bogor. Program Keluarga Berencana sudah gagal. Artinya, peningkatan kebutuhan akan tempat tinggal. Saya cuma bisa berharap, para tukang insinyur dan pengambil kebijakan itu masih ingat kuliah amdal.

   20 comments

Air Jordan Shoes Outlet
September 18, 2012   03:23 AM PDT
 
I smell the taste of wine. see you! "We do not talk more that day. We stood up, shook his hand and eye lookedeach and so on. Bees were shut out, but came to backhesitatingly.,662386,http://mpokb.blogdrive.com/archive/332.html
Coach Outlet Store
September 17, 2012   12:57 PM PDT
 
Here is an area that might be of help for you!
Buletooth Printed Circuit Boar
July 25, 2012   02:12 PM PDT
 
The designing and manufacturing of these boards is up to international quality standards.
Flexible Printed Circuit Board
July 25, 2012   02:08 PM PDT
 
Complies with international standard and latest technology, we manufacture and supply a wide range of Flexible Printed Circuit Boards.
air max shox
May 2, 2012   06:50 PM PDT
 
Love those! I enjoy following your posts on facebook and rss!,241504,http://mpokb.blogdrive.com/archive/332.html
RJ
August 8, 2011   04:41 AM PDT
 
Dekat dengan Jakarta ternyata bukan suatu anugerah.. tapi musibah. Apalagi kalau rencana pemerintah tentang Greater Jakarta terlaksana ... akan ada "Ujung Aspal Pondok Gede" Jilid #2. Smoga krismon melanda lagi ... Greater Jakarta akan terlupakan ... serius
stainlove
January 15, 2009   11:48 AM PST
 
Bogor memang sejuta angkot . .
seubel dech klo angkot ngetem lama-lama.
bikin macet tao . . .
regsa
October 19, 2008   05:59 PM PDT
 
deru pembangunan yang melesat cepat ya mpok..
Dan kadang mereka melupakan lingkungan dalam membangun . Semua lahan disergap dijadikan bangunan, tanpa memperhitungkan lagi dampaknya bagi lingkungan
tuteh
October 15, 2008   02:26 PM PDT
 
Pengen ke Bogor tapi nggak kesampaian padahal kemaren di Jatijajar udah deket Bogor :P huehehe... btw banyak bisnis properti gitu yang menyesakkan dada *cuih* :D huehehe
mpokb
October 15, 2008   11:07 AM PDT
 
to ichanx : kenapa bisa gitu yak? :)

to edratna : jadinya ke mana-mana mending naik angkot.. kalo kelelawar setahu saya masih ada bu..

to abangtomato : kalo aparatnya juragan angkot gimana yak? :D

to wku : sudah ke kebun raya belum? :P

to oon : seperti bintang sinetron baru. saking banyaknya :D

to iway : tumben way. biasanya ditulis slaha pkous :P

to fiz : amin.. saya juga maunya begitu.. :)

to mayysari : lambat laun kota2 pada kehilangan keunikannya yak..

to nengjeni : jangan2 pas mbak lagi duduk di taman kencana, saya lagi main sepeda di situ :P

to siwoer : muterin kebun raya n sempur aja dulu woer, kalo minggu pagi. naik sepeda? duh, gw jiper sama angkot en sepeda motor :P
siwoer
October 15, 2008   08:45 AM PDT
 
duh, sebagai warga negara bogor baru, tersindir nih :P

kalo, aku beli rmh di bogor, ya namanya juga jodohnya pok.

kalo masih kredit, soalnya gak dapet warisan dari engkong, bukan karena lifestyle.

btw, KTP + KK bogor udah jadi pok! udah bayar PBB pula. *somse :D*

bogor tempo dulu?! waduh belum ngeh sama kota bogor pok, maklum tiap hari mentoknya sampe st. cilebut, cilebut ke selatan jarang banget.

Paling ke selatan kalo sepedaan doang, udah punya sepeda belum?! ayuk sepedaan bareng, tujukin gw the real was bogor, otreh? *pis ah :)*
nengjeni
October 14, 2008   10:50 AM PDT
 
iyah, jadi kangen masa-masa menyusuri jalan pajajaran-pangrango-salak sepulang kuliah sore lalu duduk-duduk di taman kencana menikmati bajigur dan peuyeum goreng .........
mayssari
October 14, 2008   08:31 AM PDT
 
bukan cuma di Bogor, mpok di solo sekarang juga gak ada lagi pematang sawah becek tempat main saat hujan turun dan mendengar suara kodok di malam hari. Habis sudah berganti dengan bangunan2 tinggi menjulang, pertokoan, pabrik, perumahan....
Fiz
October 13, 2008   02:13 PM PDT
 
Apapun zamannya semoga Bogor selalu dan tetap sesejuk julukannya...
iway
October 13, 2008   12:28 PM PDT
 
lha mobil polisi aja tulisannya "highway patrol" emang ada berapa biji sih orang bule yang bawa mobil di tol :P **salah pokus**
oon
October 13, 2008   10:16 AM PDT
 
kok kbalikan mpok...
/me sering liat muka orang yang familiar cuman lupa ngliat dimana :p

wku
October 12, 2008   08:42 PM PDT
 
apalagi saya kalo pergi ke bogor... jadi orang asing beneran... hehe... ya iya lah...
abangtomato
October 11, 2008   10:16 PM PDT
 
amdal?
analisis mengenai dampak lamunan.... hehehehe....
yang perlu diingatkan di bogor aparat pemdanya mpok...
sejuta angkot, sejuta warung remang2, sejuta lubang di jalanan, sejuta sumpah serapah....
edratna
October 11, 2008   06:25 PM PDT
 
Saya kadang berharap, menemukan kesejukan kota Bogor seperti saat kuliah dulu, sekitar 30 tahunan lampau...tapi masa lalu tak kembali.

Ke Bogor sekarang, kita dijejali angkot, dan tak terdengar lagi nyanyian burung. Masih adakah kelelawar d sore hari, jika kita duduk-duduk memandang Kebun Raya Bogor?
ichanx
October 11, 2008   03:22 AM PDT
 
AMDAL? umumnya hanya teori... prakteknya... hmmmmmm

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments