<body>

Aug 31, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

Selamat Beribadah Ramadhan



Selamat Menunaikan Ibadah
Ramadhan 1429 Hijriah



Aug 25, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

trik cerdik kopi dari pabrik cerutu



Kali ini soal kemasan kopi. Saya bukan perokok, jadi tidak tahu bahwa Davidoff itu awalnya merek cerutu. Dengar namanya pun baru 10 tahun lalu gara-gara parfum "Cool Water" keluaran Davidoff. Tidak usah dipikirkan apa kaitan parfum, cerutu dan kopi. Semuanya adalah komoditas yang bisa dipelesetkan dan dituduh sebagai penunjang gaya hidup belaka. Seperti ngopi di kafe yang menurut sebagian orang sekadar gaya hidup. Padahal mereka yang nongkrong di kafe mungkin sedang darurat mencari bandwidth, untuk kegiatan yang produktif tentunya, misalnya ngeblog Big Smile.

Di Lombok sekitar 4 tahun lalu, saya batal membeli kopi lokal karena isi kantong cekak. Terpaksalah saya hanya bisa menebak-nebak rasa kopi lombok sepanjang perjalanan pulang, benarkah seperti yang saya cicipi di warung makan selama beberapa hari sebelumnya? Yang sangat disayangkan, kopi mahal itu (sekitar Rp. 75.000,- per stoples gilingan kasar) hanya dikemas dengan wadah plastik yang tidak kedap udara. Aroma kopi akan cepat hilang kalau wadahnya tidak rapat.

Kalau diperhatikan, di pasar dalam negeri sekarang banyak sekali beredar kopi impor bermerek yang asal-usul kopinya tidak disebutkan. Saya curiga, jangan-jangan kopi kita ada pula jadi campuran di sana. Kita mengekspor kopi dalam karung, lalu mengimpornya lagi dalam wadah yang menggoda mata. Mengemas kopi dengan menarik akan memberi nilai tambah, apalagi dengan embel-embel kata mutiara segala. Trik menjual yang cerdik, karena konon, banyak orang mencari inspirasi sambil minum kopi Smile




Aug 19, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

swadaya bus umum : sudah saatnya!



Daripada menunggu terlalu lama bus-bus baru dari konsorsium penyedia armada busway, lantaran para juragan masih belum bisa sepakat soal tarif, mungkin ada baiknya jika para penumpang menyediakan sendiri angkutannya. Pria ini terbukti punya solusi jitu, mangkus dan sangkil untuk mengatasi kemacetan jalanan ibu kota. Pola pikir alternatif dan kreatif, itulah ciri orang merdeka. Siapa mau pesan? Smile 


Aug 15, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

Layang-layang, Benang dan Angin

Layang-layang : akulah sang pengelana angkasa, indah megah mengundang decak kagum semua. tubuhku kuat menahan embusan agin nakal nan manja. aku suka angin, asal bukan angin ribut dan rewel. tanpa benang, aku hanya akan jadi layang-layang sekadar nama. akulah layang-layang, berpegang benang menunggang angin, berkelana ke penjuru angkasa.

Benang :  namaku benang, tugasku menahan layang-layang kabur terbawa angin. tanpa layang-layang, benang tetaplah benang, pendek maupun panjang. tanpa benang, layang-layang tidak bisa terbang.

Angin : panggil aku angin. panggil namaku ketika kamu ingin terbang, oh, layang-layang. angin akan selalu jadi angin, yang membelai mencumbumu habis-habisan, menerbangkanmu tanpa pernah bisa mengikatmu seperti benang.



Aug 6, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

jok kursi bus : karena dunia tidak selalu indah



Selamat pagi, siang, sore dan malam! Apa kabar, semuanya? Semoga baik-baik saja dan sehat-sehat saja. Kesehatan itu penting, lho, semua orang tahu itu. Tidak seperti sekian banyak acara tivi yang membuat sesuatu yang tidak penting menjadi penting, atau berita koran dan majalah yang membuat sesuatu yang seakan-akan penting menjadi penting beneran. Kesehatan itu penting, titik. Kecuali bagi Anda yang ingin cepat-cepat kembali kepada Yang Menunggu.

Wah, belum memperkenalkan diri, sudah melantur omong sana-sini. Perkenalkan, nama saya Jok Kursi Bus, anak tiri dari keluarga Bus. Di kalangan teman dan kerabat, tadinya saya biasa dipanggil Joker. Tapi, ya, gitu deh. Belakangan ini saya memilih ganti nama panggilan, karena mereka yang biasa memanggil Joker jadi suka mengolok-olok saya. Katanya saya seperti tokoh, atau selebriti, atau entah siapa, ya? Pokoknya orang terkenal, tapi terkenalnya jelek, gitu. Malu, kan, terkenal kok karena hal-hal jelek? Biarpun saya cuma anak tiri dari keluarga Bus dan tampang saya butut, tapi orang tua saya sayangnya minta ampun sama saya. Mungkin karena saya paling nggak punya banyak permintaan, ya?

Sepupu saya, Gorden Bus, biarpun tampangnya butut merasa lebih beruntung daripada saya. Kadang-kadang dia bercanda menyombongkan diri pula. "Gua masih bisa merasakan direndam air, disabunin. Elu, sudah nggak pernah mandi, didudukin banyak orang, nggak pernah kena matahari lagi."

Saya sudah lupa, kapan tepatnya saya lahir atau dilahirkan. Dibuat, istilah manusianya. Sudah lama sekali. Masa bakti saya di tengah-tengah keluarga Bus pun sudah puluhan tahun. Ketika saya baru mulai bekerja, waktu tempuh dari ujung timur  ke ujung barat Jakarta hanya sekitar 10 menit, kalau tidak mengetem. Sekarang? Duh, amit-amit, bisa dua jam! Kadang saya capai, letih dan bosan, tapi saya sangat mencintai pekerjaan saya. Mungkin itu sebabnya saya tidak kunjung dipensiunkan, ya?

Ah, saya sih nggak mengeluh, sebenarnya. Saya cuma kasihan pada para pemakai saya yang sudah membayar dengan tertib sesuai tarif. Mereka kebanyakan pekerja, pegawai kecil. Kelihatannya saja keren, rapi, padahal sebetulnya sama saja kuli. "Kuli terpelajar hahaha", kata cowok karyawan bank yang pernah menduduki saya. Saya ingat dia bilangnya pakai embel-embel "hahaha" itu. Katanya, terpelajar pun sebenarnya ada macam-macam. Ada terpelajar tingkat TK, SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi. Juga ada "seakan-akan terpelajar". Saya tidak tahu tergolong terpelajar yang mana si cowok itu. Moga-moga bukan yang "seakan-akan".

Yah, beginilah saya. Terima saja kalau ada yang mencela, apalagi sekadar bercanda. Tidak semua orang harus menyukai saya, meskipun sebetulnya hati kecil saya ingin menyenangkan banyak orang. Di antara sekian banyak manusia, mungkin ada saja satu dua orang yang menganggap saya menarik. Ini bukan gede rasa, lho. Buktinya ada penumpang yang memotreti saya. Tadinya sih dia duduk manis saja, sewaktu bus mengetem. Tiba-tiba dia mengeluarkan ponselnya dan mengarahkannya pada wajah saya. Oh, ternyata saya difoto. Setelah puas memotret, dia tersenyum. Entah apa yang dipikirkannya. Manusia memang banyak yang aneh.


Jul 28, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

Meracau tentang Hijau

Bermacam-macam tindakan orang untuk menebus perusakan lingkungan yang secara sadar maupun tidak sudah ditimbulkan. Non Koeniel melakukannya dengan sangat keren, menyortir sampah sendiri, tidak banyak-banyak memakai kendaraan pribadi dan (mulai) membangun rumah yang dilengkapi sistem daur ulang air. Jeng Lili juga ikut menjaga lingkungan dengan cara yang nggak kalah keren, bahkan kegiatannya bisa mendatangkan bonus manis. Seorang rekan di tempat kerja berusaha untuk tidak memboroskan air saat berwudu, dan mengurangi jumlah hari berkendara sepeda motor saat ke kantor. Sungguh terpuji. Ada pula (blogger juga sih Wink) yang menggiatkan diri untuk mematikan lampu yang benderang, padahal siang masih terang. Barangsiapa menyalakan lampu akan kena tegurannya dan mendapati lampu langsung dimatikan. Ini tindakan terpuji juga.

Di buku "Go Green" karangan Nancy H Taylor, disebutkan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk membentuk tempat tinggal yang ramah lingkungan. Tentu saja, diperlukan perombakan pola hidup yang tidak mudah bagi sebagian besar orang Mulai dari menghemat energi, mengubah sumber energi, mengubah pola makan, mengelola sampah, yang kesemuanya demi meminimalkan perusakan lingkungan. Topik yang cukup menarik tapi jarang saya baca di tempat lain adalah tentang pemakaian bahan makanan lokal. Menurut buku Bu Taylor, membeli makanan yang didatangkan dari tempat jauh adalah tindakan yang memboroskan energi.  Sekitar 17% biaya transportasi nasional dikeluarkan untuk mengirimkan makanan ke seluruh AS (hal. 78).

Pola hidup lain yang juga dianjurkan untuk wilayah perkotaan adalah pemakaian angkutan umum massal untuk kegiatan sehari-hari. Untuk kota seperti Jakarta dan sekitarnya, tentu diperlukan perjuangan tersendiri (jangan sampai disebut "pengorbanan" deh, hehe), mengingat kondisi angkutan umum massal cenderung menyedihkan. Disebutkan di buku ini, Wali Kota New York, Michael Bloomberg, menggunakan kereta api bawah tanah atau subway untuk bekerja, meskipun belakangan ada kabar yang menyebutkan pernyataan itu terlalu dilebih-lebihkan.  Kabarnya, Pak Bloomberg naik SUV dulu untuk menuju stasiun subway. Buat saya, fakta bahwa seorang wali kota mau naik angkutan umum saja sudah cukup mengagumkan.

Buku ini cocok sebagai rujukan bagi mereka yang ingin lebih tahu tentang cara hidup yang lebih ramah lingkungan, dengan cara yang sudah diterapkan sendiri oleh penulisnya. Omong-omong, buku ini pun ternyata memakai bahan alami yang kuat meskipun saya pernah tak sengaja merendamnya dalam air sabun saat akan mencuci tas kantor. Tidak ada tinta yang luntur, dan serat kertas yang kasar mempercepat pengeringan buku. Sesuatu yang alami, namun unik.

Setidaknya, kalaupun belum bisa mengajak orang lain, saya ingin bisa mulai dari diri sendiri. Menurut Anda, tindakan sehari-hari apa yang bisa jadi penebus atas perusakan lingkungan yang kita timbulkan selama ini?



Buku : "Go Green"
Penulis : Nancy H Taylor
Penerbit : Gibbs Smith, Publisher (2008)
Tebal : xii + 164 halaman
Harga : ? (hadiah Wink)




Jul 22, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

tawaran

Setiap orang punya cara hidup masing-masing, juga kemampuan untuk mengambil keputusan. Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan. Apa yang baik untukmu, belum tentu baik untukku. Apa yang menarik untukmu, belum tentu menarik untukku. Mungkin kau lupa, tidak semua orang menginginkan hal yang sama.




Jul 10, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

dari meleduk menjadi listrik

Dugaan sejumlah pihak, antara lain diberitakan di sini, bahwa luapan lumpur di Sidoarjo bukan "sekadar" bencana alam, terjawab dengan masuknya investor AS untuk membangun Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (kadang disebut juga geotermal).

Perkara teknis, sudah banyak blog insinyur yang membahasnya. Buat saya yang awam, ini tentu perkembangan yang sangat menggembirakan, orang optimistis menyebutnya hikmah, setelah bertahun-tahun penderitaan yang dialami penduduk di wilayah semburan panas. Kalau semuanya berjalan lancar, buah yang dipetik tidak hanya akan dinikmati warga Sidoarjo dan sekitarnya, karena dari perut Bumi, manusia bisa mendapatkan energi yang tidak ada habisnya, kecuali jika Bumi mati. Bayangkan, tidak akan ada lagi pemadaman bergilir seperti yang kerap dilakukan PLN di Pulau Jawa dan Bali.

Dari info yang saya peroleh di sini, disebutkan bahwa selain menghasilkan panas, energi dari perut Bumi itu bisa dikonversi menjadi listrik yang minim polusi dan tidak tergantung cuaca. Juga mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang semakin minim dan mahal. Di tengah krisis listrik yang kita alami sekarang, semoga langkah yang diambil pemerintah dengan menggandeng investor asing merupakan keputusan tepat. Sebab, terus terang saja, saya kok merasa selama ini bangsa kita hanya menjadi kuli bagi investor asing dan harus membayar terlalu mahal untuk menikmati kekayaan alam di negeri sendiri.


Jul 2, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

tas foto diri



Saking kurang peduli dengan perkembangan mode dan trend, saya baru tahu bahwa ada yang namanya tas pakai foto. Duh, siapa yang tahu apakah sebutan khusus untuk benda ini? Setelah googling, barulah saya menemukan salah satu gerai penjualnya. Ini bukan iklan lho, cuma kebetulan menemukan. Unik juga sih, dan kok ya ada saja pasarnya. Kalau saya sendiri, rasanya belum pede pergi bekerja sambil menjinjing tas yang ada fotonya. Bisa-bisa dikira mau ikutan pilkada.  Entah kalau si pelanggan ingin memesan tas dengan foto berpose cihui, apakah akan dituduh menyebarkan pornografi? Setelah keik ulang tahun berhiasan foto layak makan, cangkir dan tas bergambar foto pribadi, kira-kira apa lagi, ya?


Jun 22, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

belanja : tawaran, godaan dan jeratan :P

Tanggal tua tidak menyurutkan keinginan orang untuk berbondong-bondong memenuhi pusat perbelanjaan dan memborong barang diskon. Ah, saya lupa. Ini zamannya kartu kredit. Mana kenal tanggal? Lelucon tentang kantong kempis di tanggal tua mungkin sudah tidak dianggap lucu lagi, bahkan aneh. Seaneh saya bagi sebagian orang karena sampai sekarang tidak punya kartu kredit. Makanya, saya tidak pernah merasakan diskon belanja dengan kartu kredit A atau diskon makan dengan kartu kredit B. Norak, ya? Biarin.

Kembali ke mal yang belakangan ini dipenuhi orang balapan belanja, saya jadi teringat pada seorang kenalan, perempuan berusia pertengahan 20-an. Setiap kali ada acara obral di mal, dia paling antusias. Saya maklum, sebab, seperti yang saya dengar dari seorang kenalan lain yang lebih bijak, orang muda seumuran dia memang pada umumnya giat belanja. Khususnya, belanja untuk diri sendiri. Baru lulus kuliah, baru mulai bekerja, baru mengenal uang. Ada masanya orang jadi sulit menahan diri untuk tidak jajan dan berbelanja, apalagi setelah bertahun-tahun harus tahu diri karena dinafkahi orang tua.

Pada tingkat tertentu, kepuasan berbelanja sama dengan kepuasan bekerja menghasilkan sesuatu. Siapa sih yang tidak pernah merasa begitu? Tentu saja, semua itu tidak selalu berakibat menyenangkan. Selain siklus "gaji numpang lewat untuk tagihan" yang seakan tidak ada habis-habisnya, biasanya, setelah beberapa tahun bermunculanlah berbagai penyakit akibat pola makan dan gaya hidup tidak seimbang. Ada yang kurang gizi karena mengirit makan demi bisa terus tampil trendi dengan baju dan gadget baru, ada yang justru kelebihan makan karena selera sulit dibendung. Sebagian orang sampai harus membayar lebih banyak lagi untuk memulihkan kesehatan mereka.

Kita tidak mungkin serta-merta menyalahkan tawaran, godaan maupun jeratan :P untuk berbelanja, karena bagaimanapun kendali ada di tangan kita. Kita pun sebenarnya tahu, berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh kartu kredit sampai kapan pun tidak bisa menafikan inti pepatah "besar pasak daripada tiang". Anda punya kiat agar tidak berbelanja berlebihan?






Blogdrive