<body>

Sep 25, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

mantra orang sakit

pagi :
glucodex dua sebelum makan
glucobay satu setelah suapan pertama
metformin satu sesudah makan
nifedipine setengah sesudah makan
diltiazem satu sesudah makan

siang :
glucodex satu sebelum makan
glucobay satu setelah suapan pertama
metformin satu sesudah makan
diltiazem satu sesudah makan

malam :
glucodex satu sebelum makan
glucobay satu setelah suapan pertama
metformin satu sesudah makan
nifedipine setengah sesudah makan
diltiazem satu sesudah makan

sembuh!
sembuh!
obat datang penyakit hilang!


Sep 19, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

pada suatu hari di sekolah alam bogor

 

Menyenangkan dan membebaskan, itu kesan saya saat untuk kedua kalinya berkunjung ke Sekolah Alam Bogor, tempat Obik bersekolah. Lho, kesan saat pertama kali? Gelap, karena saya datangnya malam hari. Maka kunjungan beberapa bulan lalu ini cukup menebus rasa penasaran saya tentang sekolah yang ingin mendekatkan anak "modern" dengan alam ini.



Mungkin karena karena temanya dekat dengan alam, maka bangunan kelas yang didirikan pun dari kayu, bukan dari tembok. Beberapa kelas malah tidak ada dindingnya, atau hanya separuh. Kelas terbuka, apa tidak takut masuk angin di Kota Hujan Bogor? Aha, itu rahasia alam Smile Meskipun demikian, jendela bangunan di lantai dua tetap dipasangi kaca, seperti bangunan kantor di bawah ini.



Saya tidak sempat melihat ke semua ruang kelas. Yang satu ini cukup mengesankan. Kelas Pinguin. Tidak ada meja atau bangku, karena mungkin memang tidak perlu. Dinding tidak ada, tapi foto Presiden dan Wapres tergantung juga Big Smile







Dan..taman bermain. Kebanyakan anak kecil memang suka melakukan hal-hal berbahaya. Semakin dilarang, malah semakin menantang. Makanya, sekalian saja disuruh main panjat-panjatan. Hehe, itulah teori ngawur saya.. Waktu saya ke sana, beberapa anak sedang asyik main dengan diawasi para orang tua.



Lho, kok orang tua berdatangan? Iya, karena hari itu adalah hari wisuda bocah-bocah TK. Upacaranya mirip wisuda sarjana, hanya saja jauh lebih sederhana. Buat lucu-lucuan, boleh juga. Hitung-hitung melatih keberanian anak buat tampil di depan orang banyak Wink



PS : Acara bulan Juni, posting bulan September. Moga-moga belum basi, ya.. Angel



Sep 12, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

tape jadoel kediri bikinan bogor



Tape ("tapai", dalam KBBI) ini masih baru, bikinan Agustus 2008, bukan Agustus 1945. Namun, bahasa yang dipergunakan di labelnya mengingatkan saya pada majalah dan batjaan tempo doeloe peninggalan Simbah. Ini bukan mau menyaingi Pemulung, lho. Gara-gara labelnya pula saya memilih tape ini, bukan yang lain. Lho, kok seperti iklan apa gitu, yak? Memang ini sekalian iklan, meskipun saya tidak dibayar, karena berbagi informasi tidak harus selalu mengharap uang... Tapi, tape? Bukan! Bukan pula ingin dibilang sok pendukung industri rumahan. Saya hanya kagum dengan orang-orang yang berani berwirausaha, di tengah serbuan produk global kok ya masih berani-beraninya lho (!), tampil dengan kudapan lokal yang bersahaja ini setelah... Hm, siapa penemu tape alias peuyeum, dan pada tahun berapa? Celaka dua belas! Jangan-jangan setelah ini tape dipatenkan oleh orang asing? Bergeraklah, Juragan tape! Jangan sampai nanti Anda harus membayar perusahaan besar ribuan dolar hanya untuk membikin tape.

 

Lalu, bagaimanakah rasa si Tiga Goenoeng Mas produksi Kemang, Bogor, yang bikin mbak pramuniaga cekikikan saat kesulitan baca mereknya ini? Soal koealitas yang "Soeper Premium", saya angkat topi (pura-puranya, karena jarang pakai topi). Kurang paham apa yang dimaksud dengan "Green Label". Duh.. Jadi ikut bangga dan terharu, orang Bogor bisa bikin yang beginian. Hehe, mungkin "terharu" itu hiperbolis. Yang tidak hiperbolis, tape ini mengingatkan saya pada tape bondowoso dari Jawa Timur yang sudah lama tersohor itu. Bedanya, tape bondowoso berwarna putih, sedangkan tape yang ini kuning, karena dibuat dari singkong mentega. Lalu, kenapa ada tulisan "Kediri" segala? Nah, itu saya kurang paham.



PS : Jangan khawatir, meskipun sudah ada peuyeum kemasan, saya akan tetap beli juga peuyeum pikulan si mamang kok. Eh, peuyeum pikulan? Masih adakah?


Sep 4, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

The Death of The Sun



there
embrace my twilight before night

the might of such wonderful sight
have no pity nor tears
for it is I
who will die



Jakarta, 04/09/08


Aug 31, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

Selamat Beribadah Ramadhan



Selamat Menunaikan Ibadah
Ramadhan 1429 Hijriah



Aug 25, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

trik cerdik kopi dari pabrik cerutu



Kali ini soal kemasan kopi. Saya bukan perokok, jadi tidak tahu bahwa Davidoff itu awalnya merek cerutu. Dengar namanya pun baru 10 tahun lalu gara-gara parfum "Cool Water" keluaran Davidoff. Tidak usah dipikirkan apa kaitan parfum, cerutu dan kopi. Semuanya adalah komoditas yang bisa dipelesetkan dan dituduh sebagai penunjang gaya hidup belaka. Seperti ngopi di kafe yang menurut sebagian orang sekadar gaya hidup. Padahal mereka yang nongkrong di kafe mungkin sedang darurat mencari bandwidth, untuk kegiatan yang produktif tentunya, misalnya ngeblog Big Smile.

Di Lombok sekitar 4 tahun lalu, saya batal membeli kopi lokal karena isi kantong cekak. Terpaksalah saya hanya bisa menebak-nebak rasa kopi lombok sepanjang perjalanan pulang, benarkah seperti yang saya cicipi di warung makan selama beberapa hari sebelumnya? Yang sangat disayangkan, kopi mahal itu (sekitar Rp. 75.000,- per stoples gilingan kasar) hanya dikemas dengan wadah plastik yang tidak kedap udara. Aroma kopi akan cepat hilang kalau wadahnya tidak rapat.

Kalau diperhatikan, di pasar dalam negeri sekarang banyak sekali beredar kopi impor bermerek yang asal-usul kopinya tidak disebutkan. Saya curiga, jangan-jangan kopi kita ada pula jadi campuran di sana. Kita mengekspor kopi dalam karung, lalu mengimpornya lagi dalam wadah yang menggoda mata. Mengemas kopi dengan menarik akan memberi nilai tambah, apalagi dengan embel-embel kata mutiara segala. Trik menjual yang cerdik, karena konon, banyak orang mencari inspirasi sambil minum kopi Smile




Aug 19, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

swadaya bus umum : sudah saatnya!



Daripada menunggu terlalu lama bus-bus baru dari konsorsium penyedia armada busway, lantaran para juragan masih belum bisa sepakat soal tarif, mungkin ada baiknya jika para penumpang menyediakan sendiri angkutannya. Pria ini terbukti punya solusi jitu, mangkus dan sangkil untuk mengatasi kemacetan jalanan ibu kota. Pola pikir alternatif dan kreatif, itulah ciri orang merdeka. Siapa mau pesan? Smile 


Aug 15, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

Layang-layang, Benang dan Angin

Layang-layang : akulah sang pengelana angkasa, indah megah mengundang decak kagum semua. tubuhku kuat menahan embusan agin nakal nan manja. aku suka angin, asal bukan angin ribut dan rewel. tanpa benang, aku hanya akan jadi layang-layang sekadar nama. akulah layang-layang, berpegang benang menunggang angin, berkelana ke penjuru angkasa.

Benang :  namaku benang, tugasku menahan layang-layang kabur terbawa angin. tanpa layang-layang, benang tetaplah benang, pendek maupun panjang. tanpa benang, layang-layang tidak bisa terbang.

Angin : panggil aku angin. panggil namaku ketika kamu ingin terbang, oh, layang-layang. angin akan selalu jadi angin, yang membelai mencumbumu habis-habisan, menerbangkanmu tanpa pernah bisa mengikatmu seperti benang.



Aug 6, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

jok kursi bus : karena dunia tidak selalu indah



Selamat pagi, siang, sore dan malam! Apa kabar, semuanya? Semoga baik-baik saja dan sehat-sehat saja. Kesehatan itu penting, lho, semua orang tahu itu. Tidak seperti sekian banyak acara tivi yang membuat sesuatu yang tidak penting menjadi penting, atau berita koran dan majalah yang membuat sesuatu yang seakan-akan penting menjadi penting beneran. Kesehatan itu penting, titik. Kecuali bagi Anda yang ingin cepat-cepat kembali kepada Yang Menunggu.

Wah, belum memperkenalkan diri, sudah melantur omong sana-sini. Perkenalkan, nama saya Jok Kursi Bus, anak tiri dari keluarga Bus. Di kalangan teman dan kerabat, tadinya saya biasa dipanggil Joker. Tapi, ya, gitu deh. Belakangan ini saya memilih ganti nama panggilan, karena mereka yang biasa memanggil Joker jadi suka mengolok-olok saya. Katanya saya seperti tokoh, atau selebriti, atau entah siapa, ya? Pokoknya orang terkenal, tapi terkenalnya jelek, gitu. Malu, kan, terkenal kok karena hal-hal jelek? Biarpun saya cuma anak tiri dari keluarga Bus dan tampang saya butut, tapi orang tua saya sayangnya minta ampun sama saya. Mungkin karena saya paling nggak punya banyak permintaan, ya?

Sepupu saya, Gorden Bus, biarpun tampangnya butut merasa lebih beruntung daripada saya. Kadang-kadang dia bercanda menyombongkan diri pula. "Gua masih bisa merasakan direndam air, disabunin. Elu, sudah nggak pernah mandi, didudukin banyak orang, nggak pernah kena matahari lagi."

Saya sudah lupa, kapan tepatnya saya lahir atau dilahirkan. Dibuat, istilah manusianya. Sudah lama sekali. Masa bakti saya di tengah-tengah keluarga Bus pun sudah puluhan tahun. Ketika saya baru mulai bekerja, waktu tempuh dari ujung timur  ke ujung barat Jakarta hanya sekitar 10 menit, kalau tidak mengetem. Sekarang? Duh, amit-amit, bisa dua jam! Kadang saya capai, letih dan bosan, tapi saya sangat mencintai pekerjaan saya. Mungkin itu sebabnya saya tidak kunjung dipensiunkan, ya?

Ah, saya sih nggak mengeluh, sebenarnya. Saya cuma kasihan pada para pemakai saya yang sudah membayar dengan tertib sesuai tarif. Mereka kebanyakan pekerja, pegawai kecil. Kelihatannya saja keren, rapi, padahal sebetulnya sama saja kuli. "Kuli terpelajar hahaha", kata cowok karyawan bank yang pernah menduduki saya. Saya ingat dia bilangnya pakai embel-embel "hahaha" itu. Katanya, terpelajar pun sebenarnya ada macam-macam. Ada terpelajar tingkat TK, SD, SMP, SMA, bahkan perguruan tinggi. Juga ada "seakan-akan terpelajar". Saya tidak tahu tergolong terpelajar yang mana si cowok itu. Moga-moga bukan yang "seakan-akan".

Yah, beginilah saya. Terima saja kalau ada yang mencela, apalagi sekadar bercanda. Tidak semua orang harus menyukai saya, meskipun sebetulnya hati kecil saya ingin menyenangkan banyak orang. Di antara sekian banyak manusia, mungkin ada saja satu dua orang yang menganggap saya menarik. Ini bukan gede rasa, lho. Buktinya ada penumpang yang memotreti saya. Tadinya sih dia duduk manis saja, sewaktu bus mengetem. Tiba-tiba dia mengeluarkan ponselnya dan mengarahkannya pada wajah saya. Oh, ternyata saya difoto. Setelah puas memotret, dia tersenyum. Entah apa yang dipikirkannya. Manusia memang banyak yang aneh.


Jul 28, 2008

uneg-uneg si mpokb >>>>

Meracau tentang Hijau

Bermacam-macam tindakan orang untuk menebus perusakan lingkungan yang secara sadar maupun tidak sudah ditimbulkan. Non Koeniel melakukannya dengan sangat keren, menyortir sampah sendiri, tidak banyak-banyak memakai kendaraan pribadi dan (mulai) membangun rumah yang dilengkapi sistem daur ulang air. Jeng Lili juga ikut menjaga lingkungan dengan cara yang nggak kalah keren, bahkan kegiatannya bisa mendatangkan bonus manis. Seorang rekan di tempat kerja berusaha untuk tidak memboroskan air saat berwudu, dan mengurangi jumlah hari berkendara sepeda motor saat ke kantor. Sungguh terpuji. Ada pula (blogger juga sih Wink) yang menggiatkan diri untuk mematikan lampu yang benderang, padahal siang masih terang. Barangsiapa menyalakan lampu akan kena tegurannya dan mendapati lampu langsung dimatikan. Ini tindakan terpuji juga.

Di buku "Go Green" karangan Nancy H Taylor, disebutkan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk membentuk tempat tinggal yang ramah lingkungan. Tentu saja, diperlukan perombakan pola hidup yang tidak mudah bagi sebagian besar orang Mulai dari menghemat energi, mengubah sumber energi, mengubah pola makan, mengelola sampah, yang kesemuanya demi meminimalkan perusakan lingkungan. Topik yang cukup menarik tapi jarang saya baca di tempat lain adalah tentang pemakaian bahan makanan lokal. Menurut buku Bu Taylor, membeli makanan yang didatangkan dari tempat jauh adalah tindakan yang memboroskan energi.  Sekitar 17% biaya transportasi nasional dikeluarkan untuk mengirimkan makanan ke seluruh AS (hal. 78).

Pola hidup lain yang juga dianjurkan untuk wilayah perkotaan adalah pemakaian angkutan umum massal untuk kegiatan sehari-hari. Untuk kota seperti Jakarta dan sekitarnya, tentu diperlukan perjuangan tersendiri (jangan sampai disebut "pengorbanan" deh, hehe), mengingat kondisi angkutan umum massal cenderung menyedihkan. Disebutkan di buku ini, Wali Kota New York, Michael Bloomberg, menggunakan kereta api bawah tanah atau subway untuk bekerja, meskipun belakangan ada kabar yang menyebutkan pernyataan itu terlalu dilebih-lebihkan.  Kabarnya, Pak Bloomberg naik SUV dulu untuk menuju stasiun subway. Buat saya, fakta bahwa seorang wali kota mau naik angkutan umum saja sudah cukup mengagumkan.

Buku ini cocok sebagai rujukan bagi mereka yang ingin lebih tahu tentang cara hidup yang lebih ramah lingkungan, dengan cara yang sudah diterapkan sendiri oleh penulisnya. Omong-omong, buku ini pun ternyata memakai bahan alami yang kuat meskipun saya pernah tak sengaja merendamnya dalam air sabun saat akan mencuci tas kantor. Tidak ada tinta yang luntur, dan serat kertas yang kasar mempercepat pengeringan buku. Sesuatu yang alami, namun unik.

Setidaknya, kalaupun belum bisa mengajak orang lain, saya ingin bisa mulai dari diri sendiri. Menurut Anda, tindakan sehari-hari apa yang bisa jadi penebus atas perusakan lingkungan yang kita timbulkan selama ini?



Buku : "Go Green"
Penulis : Nancy H Taylor
Penerbit : Gibbs Smith, Publisher (2008)
Tebal : xii + 164 halaman
Harga : ? (hadiah Wink)








Blogdrive