+ Mas, mas. Ini sepatu untuk olahraga apa sih, Mas?
- Oh, kalau kata orang, ini namanya sih sepatu futsal.
+ Oh, futsal. Kalau yang untuk sepak bola lapangan biasa, nggak ada, ya?
- Ini ada, tapi untuk orang dewasa.
+ Saya carinya buat anak-anak, Mas.
- Kelas berapa?
+ Kelas lima. Ya, nomor 37 deh.
- Untuk main-main atau main gimana?
+ Ya, untuk main dan untuk pertandingan juga.
- Kalau memang untuk pertandingan, lebih baik sepatu bola
beneran seperti ini sekalian. Tapi, di sini cuma ada yang untuk orang dewasa.
+ Yaah.. Kalau gitu saya pilih yang buat futsal ini deh. Tapi minta yang nomor 37, ya?
- Wah, kalau pilih yang ini, anaknya pasti nggak mau pakai..!
+ Lho, kenapa, Mas?
- Ya, anak laki-laki mana mau pakai sepatu warnanya merah muda begini?!
+ Lho, ini bukan anak laki-laki. Yang mau pakai ini anak perempuan..
- Haaah? Perempuan...?!
(Lho.. Masnya
ngacir...)
Setelah menghilang beberapa menit
(padahal saya dan adinda belum selesai tanya-tanya) dan sempat
digantikan rekannya, si pramuniaga kembali lagi dengan sepatu pajangan
tadi. Katanya, sepatu yang saya cari tidak ada yang bernomor 37. Hmm,
perburuan sepatu bola untuk
Mbak Oyi harus dilanjutkan kali lain... Sabar ya, Bek cantik!