Benny dan Mice
Sebetulnya gua cuma penyuka komik sih, belum pencinta atau penggila, apalagi pembuat seperti Doctor Animator ini. Mungkin benar, komik bisa jadi terapi bagi sebagian orang. Dulu sekali, saat masih kelas 2 SMP dan harus menunggui kakak yang diopname, sebelum ke rumah sakit gua sengaja beli "Asterix dan Cleopatra" yang ikonis itu. Lumayan manjur untuk mengurangi ketegangan dua anak ABG yang harus bermalam di rumah sakit berdua saja, sementara kegaduhan berlangsung di tempat tidur pasien di sebelah kami yang terkena serangan jantung dan akhirnya meninggal malam itu juga..
Kembali lagi ke Benny dan Mice. Benny Rachmadi dan Muhammad Misrad sangat luwes dan membumi dalam menggambarkan peristiwa sehari-hari Jakarta. Salah satu yang menarik buat gua adalah pada detail akurat dan penokohan yang kuat. Contohnya, interior bajaj pada edisi "Transportasi " Lagak Jakarta. Hm, kebayang nggak sih, selama naik bajaj kita jelalatan dan mencatat semua pernak-perniknya? Belum lagi tokoh sopir bajaj ngeselin tapi lucu yang dimunculkan lagi di edisi "Hura-hura Pemilu". Kalau ada yang suka baca Kompas Minggu, mungkin masih ingat kocaknya Benny dan Mice yang mengalungkan hard-disk sekian GB di lehernya untuk menyaingi orang-orang berkalung flash-disk? Sering kali Benny dan Mice memang menyindir betapa gengsiannya kaum urban, tanpa harus berkata, "Makan tuh gengsi!"
P.S. : Pingin juga sih, melihat Benny dan Mice difilmkan. Mungkin Desta dan Vincent dari Club '80s cocok memerankannya?






