alah curiga karena biasa

gambar oleh Dokter Hewan Komikus
(maaf, gambar lecek karena di-tiki :P)
Hanya percakapan basa-basi singkat, di atas sebuah angkot menuju rumah pada pukul 20.00. Percakapan yang tidak seharusnya menimbulkan kecurigaan dalam situasi wajar. Terbiasa pulang kerja di malam hari dengan angkutan umum, ditambah sejumlah pengalaman tidak menyenangkan di jalan, memang mengharuskan saya bersikap mudah curiga terhadap orang asing. Jangankan menghadapi pertanyaan langsung seperti di atas. Yang pakai basa-basi klasik, "Maaf, sekarang jam berapa, ya?" pun kini harus dihadapi secara lebih berhati-hati.
Penyebabnya hanya satu. Di tempat umum di Jabodetabek, termasuk di angkutan umum, tidak ada yang bisa begitu diandalkan sehingga kita terjamin merasa aman dan nyaman. Orang yang berkunjung ke Jakarta lantas dibius dan dijarah di Terminal Kalideres Jakarta Barat, atau Pulogadung di Jakarta Timur, sudah terlampau sering terjadi. Kehilangan ponsel di atas bus kota, metromini atau mikrolet? Baru-baru ini sepupu saya yang murid SMP kehilangan ponsel di atas mikrolet di daerah Cawang, Jakarta Timur. Kebanyakan orang akan bilang, "Yang penting tidak terluka." Lalu, bagaimana dengan luka jiwa? Pelecehan di jalanan atau angkutan umum? Ah, itu biasa. Jatuh dari bus yang enggan mengerem untuk menaikkan atau menurunkan penumpang? Pemandangan biasa juga.
Saya tidak tahu, seberapa efektif pengerahan petugas keamanan di atas kendaraan umum seperti bus kota. Jangan-jangan, malah dia yang tewas dikeroyok kalau pencopetnya rombongan. Para penumpang diharapkan maklum dengan sendirinya, untuk tidak tampil terlalu mencolok dengan mengenakan perhiasan atau menggunakan ponsel. Pernah seorang pengamen antarkota mengomeli penumpang di depan saya yang asyik bertelepon, dikiranya si penumpang sengaja pura-pura tidak melihat kantong uang yang dia sodorkan. Sikap pengamen seperti itu bisa membuat saya urung memberikan uang meskipun suaranya semerdu burung kutilang. Kalau ingin belajar bertenggang rasa, melatih kesabaran dan menempa kewaspadaan, silakan naik angkutan umum di Jabodetabek. Oh ya, sebagai bonus, Anda akan menjadi tidak terlalu ngeri saat mendengarkan berita copet digebuki dan dibakar oleh massa.
PS : Masih berani mimpi di Jakarta ada MRT? Cah gemblung!



































