<body></noscript><center><script language='JavaScript' type='text/javascript' src='http://ads.blogdrive.com/adx.js'></script> <script language='JavaScript' type='text/javascript'> <!-- if (!document.phpAds_used) document.phpAds_used = ','; phpAds_random = new String (Math.random()); phpAds_random = phpAds_random.substring(2,11); document.write ("<" + "script language='JavaScript' type='text/javascript' src='"); document.write ("http://ads.blogdrive.com/adjs.php?n=" + phpAds_random); document.write ("&amp;what=zone:5"); document.write ("&amp;exclude=" + document.phpAds_used); if (document.referrer) document.write ("&amp;referer=" + escape(document.referrer)); document.write ("'><" + "/script>"); //--> </script><noscript><a href='http://ads.blogdrive.com/adclick.php?n=a42e1b2b' target='_blank' rel=nofollow><img src='http://ads.blogdrive.com/adview.php?what=zone:5&amp;n=a42e1b2b' border='0' alt=''></a></noscript> <br><script type="text/javascript"><!-- google_ad_client = "pub-2589431880394796"; google_alternate_ad_url = "http://ads.blogdrive.com/static/blank.html"; google_ad_width = 728; google_ad_height = 15; google_ad_format = "728x15_0ads_al"; google_ad_channel ="6215721543"; google_color_border = "FFFFFF"; google_color_bg = "FFFFFF"; google_color_link = "000000"; google_color_url = "000000"; google_color_text = "000000"; //--></script> <script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"> </script> <noscript><a href="http://ads.blogdrive.com/adclick.php?n=a6b05a3e" target="_blank"><img src="http://ads.blogdrive.com/adview.php?what=zone:3&amp;n=a6b05a3e" border="0" alt=""></a></noscript></center>

May 11, 2007

uneg-uneg si mpokb >>>>

ciek, duo, tigo.. rancak bana!


Pantai Mande - Pesisir Selatan

Mungkin separuh pikiran saya masih berlibur, jadinya menambah kemalasan saat berangkat pagi-pagi ke kantor. Ah, itu alasan yang dicari-cari.. Yang sebenarnya, saya malas ke kantor karena harus menghadapi macet yang makin hari makin menggila. Sumpah! Semoga janji Pak Menteri Perhubungan baru, untuk membenahi angkutan umum massal, bukan sekadar janji, yak.. Saya mengamini dalam hati lantang sekali, ini!

  
Danau Di Atas

Yang namanya tiket supermurah Air Asia, terlalu sayang untuk disia-siakan. Untung ada Mbake yang baik hati dan tidak sombong, si pengurus pembelian tiket, dan Uni Cicie yang mengurus akomodasi alias tempat tebengan sejak 2 - 6 Mei 2007 tempo ari. Bekal khusus saya kali ini adalah selimut loreng-loreng ala rumah sakit, karena saya malas membawa jaket. Selanjutnya, terserah kami mau tidur dengan cara apa atau posisi bagaimana, yang penting tidak buang angin sembarangan Tongue



Danau Maninjau


Jembatan Akar - Bayang (foto oleh Unie Cicie)

Sumatera Barat memang indah, memiliki banyak lokasi menjadi modal kuat pariwisata. Kota Padang saja dilengkapi pantai dan daerah perbukitan yang sejuk. Selama di Padan dan Bukittinggi, kami mengunjungi sejumlah pantai (Padang, Carocok, Bungus, Painan, Air Manis), sejumlah danau (Di Atas, Di Bawah, Singkarak, Maninjau), air terjun (Lembah Harau, Lembah Anai), juga objek-objek lain seperti Ngarai Sianok, Jam Gadang, Jembatan Akar, Fort De Kock..

 
Jam Gadang - Bukittinggi

Baru di Sumatera Barat saya merasakan berhari-hari makan makanan pedas bersantan. Baru di Sumatera Barat pula saya melihat anjing dipelihara benar-benar sebagai kawan baik manusia, bahkan diperbolehkan main-main di halaman mesjid. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di Sumatera, dan kesan saya, alam Sumatera Barat sungguh mengagumkan. Sayang kalau tidak dikelola dengan baik dan serius. Bisa-bisa aset daerah malah terbengkalai, dan penduduk setempat tidak mendapatkan manfaat yang seharusnya.


Jembatan Siti Nurbaya - Padang



May 9, 2007

uneg-uneg si mpokb >>>>

tidur seperti si cemong



Mohon maaf kalau laju blogwalking saya lambat bahkan tertatih-tatih. Maunya sih membaca posting di banyak blog yang saya kunjungi, tapi belakangan ini rasanya mata saya jadi lekas lelah. Belum lagi berita sehari-hari. Terlalu banyak informasi berjejal ditingkahi spekulasi dan ralat, lalu spekulasi dan ralat lagi, ternyata punya andil untuk meningkatkan tingkat kejenuhan, termasuk jenuh nge-blog. Satu per satu informasi tersisih dari kepala, terambil seperlunya. Pada akhirnya, yang bisa membantu saya cuma tidur, meskipun mungkin tidak selelap si kucing cemong ini.


Apr 28, 2007

uneg-uneg si mpokb >>>>

Kejutan dalam Seruput



Menyeruput kopi di pagi hari saat libur akhir pekan, wah, nikmat rasanya. Segala penat hilang, suntuk akibat rutinitas seminggu mereda, dunia seakan lebih ceria..  Hayah, apa benar segitunya? Sedikit banyak bisa jadi.Big Smile

Sebagai peminum kopi, saya termasuk yang suka mencoba-coba berbagai jenis dan merek kopi. Kadang selama beberapa saat saya suka kopi merek A, tapi di saat lain beralih ke merek B. Sering kali, kopi untuk pagi hari berbeda merek dengan kopi siang atau malam hari. Kadang kopi curah di pasar, kadang oleh-oleh dari kerabat atau rekan yang berkunjung ke luar Jawa seperti Aceh, Jambi, Lampung, Toraja, Bali... Hm, penghasil kopi yang hebat banget negeri kita, ya? Lain daerah, lain cara memasak dan meminumnya. Atau, di kesempatan lain, ada saja dermawan yang tahu kesukaan saya ini. Lantas mengoleh-olehi saya kopi setelah berjalan-jalan di mal atau berbelanja. Pokoknya glek, deh.

Terus, haruskah saya membatasi diri dengan hanya minum kopi curah bermerek maupun nonmerek? Dasarnya suka icip-icip kopi, maka saya beli juga kopi cap Ayam Merak kemasan sachet ini di sebuah hiperpasar. Setelah kopi dituang ke gelas, diseduh air panas, lho, ada kejutan! Sehelai kupon mungil terangkat sendok pengaduk. Di balik cap Ayam Merak, disebutkan bahwa peminum mendapatkan uang seribu rupiah dengan cara menukarkan kupon tersebut. Biasanya, untuk kopi-kopi merek lain, bagian dalam kemasan diberi stiker hologram. Untung saja kupon kertas mini ini langsung mengambang, sehingga tidak ikut terseruput Tongue

Dari sepuluh sachet, ada dua yang berisikan kupon itu, tapi tidak saya tukarkan. Ongkos untuk kembali ke hiperpasar saja sudah lebih dari dua ribu perak. Begitu pula dengan sachet-sachet lain dari merek kopi lain. Akhirnya saya buang, tidak pernah ada yang diuangkan. Lain halnya kalau stiker yang ada mencantumkan hadiah mobil atau rumah. Ah, iming-iming hadiah. Semua orang pasti kepingin, mendapatkan uang tanpa bersusah payah. Kalau sudah begini, bahkan investor, eh, investasi bodong jadi terlihat lurus. Lha, ini kok jadi melantur, yak?

 

Kupon hadiah dalam makanan memang menyenangkan, meskipun sekadar untuk lucu-lucuan. Pernah ada pembaca koran memrotes sebuah merek cemilan anak-anak yang menyelipkan uang kertas 500 perak bulukan di dalam kemasan. Sungguh tidak higienis, bukan? Hii.. Kesialan memang bisa muncul dalam berbagai bentuk. Almarhum kakek saya sering menemukan kerikil kecil dalam nasinya, entah apa sebabnya. Kata Ibunda, mungkin hal itu akhirnya menurun pada saya, karena saya sering, terlalu sering, menemukan sehelai rambut -dengan panjang beragam- dalam makanan. Sudah pernah menemukan sehelai rambut panjang di antara sayur mayur dan pekatnya bumbu kacang gado-gado? Saya sudah, dua kali. Sekali dalam seporsi gado-gado warung, sekali lagi di sebuah mal. Beda tempat dan beda kelas (huh, sekolah, kali?), tapi sama-sama ceroboh dan sama-sama menghilangkan selera makan.


Apr 21, 2007

uneg-uneg si mpokb >>>>

Kantor Serba Ada dan Unik Milik Paman


banyak tempelan dan hiasan, sungguh me-museum..

Bagaimana ruang kerja atau tempat tinggal Anda? Percayakah Anda bahwa ruang kerja atau tempat tinggal menggambarkan kepribadian si empunya?

Memasuki ruang kerja ini, saya seperti terbawa kembali ke masa kecil. Masa ketika kita mudah terpesona dengan beraneka ragam benda di sebuah warung, toko serba ada maupun museum. Seakan ingin menyentuh dan melihat-lihat semuanya. Maka, setelah dipersilakan duduk di kursi pesakitan dan dihibur dengan lagu-lagu dari koleksi CD nan unik, saya segera tidak tahan untuk tidak menggrataki segala macam benda yang ada di sana. Tentunya, dengan seizin pemilik ruangan yang baik hati dan tidak sombong.


ada buku, kamus, kartu remi, lengkap!

                
yang kiri cuma hiasan, perlengkapan sejati di sisi kanan

Pemilik ruangan, Paman Tyo, saat itu tengah beres-beres dalam rangka pindahan. Menurutnya, ruangan itu sedang berantakan. Menurut saya, itu justru menguntungkan. Saya jadi bisa melihat secara langsung berbagai benda yang pernah bikin para pembaca blog terhibur dan tertawa dengan kisah pengiringnya, meskipun Paman tidak pernah bermaksud melucu.


malam-malam buka jendela, apa nggak masuk angin?

 
ucapan ultah berupa lukisan unik
+ profil Paman di majalah nagri

Banyak benda pernah dibahas di blog lama Paman, maupun anak-anak blognya. Ini menimbulkan perasaan unik bagi saya. Biasanya cuma lihat di blog, lho ini kok ada barangnya sungguhan?


ternyata loyang kue bisa jadi stationery set


siapa pernah lihat barang-barang ini...?


bakiak antik bin nyentrik

 
harta karun koleksi buku dan CD, serta..kursi tamu pesakitan

Dengan seizin Paman Tyo pula, saya memotreti barang-barang unik koleksinya. Situasi ruang kerja ini, menurut saya, layak diabadikan. Kabarnya, si paman yang mengaku gombal ini akan hengkang dari ruang kantornya dan beralih profesi. Bukan, bukan sebagai pawang ular. Meskipun pernah terlontar ingin berbisnis mobil tinja, bahkan jadi produsen lingerie (untungnya gede, karena irit tekstil tapi bisa dijual mahal, katanya), tapi saya yakin beliau akan tetap gombal. Kita doakan saja bersama-sama, apa pun strategi Paman selanjutnya, semoga semangat gombal tetap langgeng, sekalipun tidak lagi diluncurkan dari ruang kerja ini.

PS : Paman tahu, saya ingin membantu meringankan beban pindahan. Makanya, beliau mengizinkan saya mengangkut sebuah buku panduan motret bergaya majalah, sebuah novel dan sekeping CD ke...rumah saya! Hehehe, rezeki nomplok! Terima kasih, Paman!


Apr 16, 2007

uneg-uneg si mpokb >>>>

Dokter Komik di Kota Hujan

dokter komik dan bekas pasien
dokter komik dan bekas pasien

Kalau sampai saat ini ada yang berharap bahwa dokter hewan komikus dari Yogya itu tidak punya wajah, atau wajahnya seperti kartun yang dicorat-coret, tentu akan kecewa. Pada hari Minggu kemarin, 15 April 2007, saya sendiri sudah membuktikan, ternyata wajahnya memang ada, dan bukan kartun. Menyenangkan sekali jalan kaki bersamanya. Tidak lekas mengeluh apalagi rewel, meskipun malam sebelumnya baru begadang di Puncak.

dokter komik pangku kucing

Sayang sekali Bung Dokter harus segera kembali ke Yogya. Saya pikir, belum sah hukumnya bila seseorang ke Bogor tanpa ke Kebun Raya. Maka, setelah mampir di Gramedia Botani Square (Bo-Ker, kata ABG Bogor), mencicipi hidangan vegetarian (baca : gado-gado) di warung masakan sunda dan menjajal otot kaki di jalanan Kebun Raya, maka saya antarkan dia dalam keadaan utuh kepada pamannya yang tidak gombal, untuk selanjutnya diambil alih oleh pamannya yang gombal.

dokter komik dan calon pasien
dokter komik dan calon pasien

PS : Ternyata, pamannya yang tidak gombal itu tetangga sekomplek kakak sulung saya. Hayaaah, dunia memang selebar daun kelor... Tongue


Apr 12, 2007

uneg-uneg si mpokb >>>>

Semoga proses beranakmu lancar, Mak!

Anda alergi kucing? Nggak mungkin alergi bisa kambuh karena gambarnya, kan? Kalau Anda bukan penggemar kucing, tahan-tahanin lihat gambar ini, ya? Entah kenapa si Emak yang lagi menunggu kelahiran bayi kesekian ini tiba-tiba jadi seperti trans melihat saya datang dan memotretnya. Tubuhnya diliuk-liukkan ke sana kemari seakan terbuat dari karet, cukup kooperatif dan tidak menunjukkan perilaku bermusuhan dengan kamera. Mungkinkah dia reinkarnasi dari seorang fotomodel?

mlungkertrendi
  seakan minta dipegang, ternyata menggigit
kalau dipegang perutnya!


sokmanja
hm, males-malesan..

duileh
pose apa sih, Mak?

ngapainsihmak
sayang-sayangan kok sama kursi..

ihmaluyak
kok kayak tersangka koruptor, Mak?



Apr 9, 2007

uneg-uneg si mpokb >>>>

Kabar Gembira dari Lapak Sebelah

Lapak sebelah lagi punya gawe, mengadakan lomba desain koran. Sebagai tetangga, saya jadi penggembira saja. Melihat desain yang bagus-bagus, gembira. Melihat pemenang dapat hadiah, gembira. Apalagi kalau koran naik cetak betulan. Pasti lebih gembira. Serius? Ah, nggak tahu. Pokoknya, daripada Anda sekalian bengong nggak ketulungan, silakan ikutan lomba. Siapa tahu bisa ketularan gembira. Bang Jagalapak, terima kasih atas desain korannya yak! *gembira mode ON*


pingin lihat lebih jelas? klik di sini


Apr 3, 2007

uneg-uneg si mpokb >>>>

cilukba berbahaya



Hidup memang penuh kejutan. Dan di antara kejutan itu terkadang ada permainan cilukba. Anak kecil paling suka ini. Coba saja, ajak anak kecil yang sedang menangis keras bermain cilukba. Kemungkinan besar dia akan tertawa. Tapi, cilukba yang ini tidak lucu. Ini permainan cilukba yang membahayakan, kalau tidak bisa dibilang kejam. Lokasinya di pertemuan antara Jl. Gatot Subroto dengan jalan keluar dari area Sudirman Central Bussiness District (SCBD), Jakarta. Persis di samping Polda Metro Jaya alias Komdak.

Masalah akan selesai kalau di jalur hijau yang membelah persimpangan (jalur hijau tertutup badan mobil) dipasang cermin, seperti halnya di jalan-jalan sempit bertikungan tajam. Atau, tembok dibuat mundur sehingga tidak menghabiskan trotoar di sampingnya. Sehingga, para pejalan kaki tidak harus berjalan sampai ujung trotoar untuk mengintip ke balik tembok sebelum menyeberang. Kadang ada petugas satpam berdiri di jalur hijau, mengawasi pertigaan tanpa zebra cross itu. Tapi, itu tidak efektif karena tidak mungkin Pak Satpam terus-menerus memberi tahu setiap pejalan kaki yang akan menyeberang bahwa ada mobil keluar dari balik tembok.

Non Bri, yang kantornya saya lewati dengan berjalan kaki setiap pagi, pernah kasih komentar, keluhan tentang hal semacam ini sebaiknya dijadikan surat pembaca di koran. Sayangnya, tidak semua surat pembaca yang berisi keluhan bisa dimuat di koran. Padahal saya yakin, tidak hanya seorang pembaca yang punya keluhan, pun seorang pembaca tidak hanya punya satu hal untuk dikeluhkan.

Lupakan koran. Misalkan para pejalan kaki mengambil jalan pintas, menggalang iuran bersama-sama untuk memasang sebuah tiang dan cermin di jalur hijau itu, tidak ada jaminan cermin tidak akan dicuri. Bukan semata karena bisa dijual, tapi karena keisengan. Duh, ini keluhan yang berkepanjangan. Terserah. Kalau tidak bisa uneg-uneg di tempat lain, di mana lagi selain di blog? Apakah harus selalu curhat sama orang lain? Kasihan si pendengar dong, ah!

PS : Sudah! Jangan dibahas!


Mar 30, 2007

uneg-uneg si mpokb >>>>

geng kawan lama itu..


len, bin, na, mel, cit, lin, jox, queen

Beberapa bulan tidak bertemu kawan lama sudah cukup untuk membuat kita merasa ketinggalan info tentang mereka. Acara yang cuma beberapa jam rasanya jadi terlalu singkat. Apa perbedaan kumpul-kumpul bersama kawan baru dengan kawan lama? Yang jelas, bersama kawan lama kita tidak perlu berbasa-basi. Tidak ada maksud menyinggung dan tidak ada yang tersinggung. Setidaknya, itulah yang terlihat oleh saya malam itu, hehehe..

Foto di atas menampilkan sebagian dari kawan-kawan lama saya di kampus. Selama bertahun-tahun, mereka satu sama lain pernah sekelas, sejurusan, selab, sekelompok, sepondokan, sekamar, bahkan setempat tidur untuk belajar bersama, ditutup dengan ketiduran dan bangun kesiangan bersama Tongue. Pokoknya senasib sepenanggungan dan selalu bekerja sama. Teman saya yang memasang alarm jam weker, lalu saat berbunyi sayalah yang mematikannya, dilanjutkan dengan tidur lagi. Walhasil kami berempat kesiangan.

Kumpul bersama kawan-kawan lama cukup manjur untuk mengobati rasa bosan akibat rutinitas, juga kekesalan akibat hal-hal lainnya. Bernostalgi(l)a, membahas masa lalu yang semoga hanya menjadi kenangan manis, karena pahitnya sudah luntur terkikis waktu. Bukan begitu, bukan? Jadi, bagaimana kabar kawan lama Anda? Ada rencana untuk mengontaknya akhir pekan ini?



Mar 27, 2007

uneg-uneg si mpokb >>>>

pada sepenggal jalan



Kalau semuanya serba teratur dan terarah, pasti kehidupan akan nyaman, meskipun itu bukan suatu jaminan bahwa manusia akan merasa cukup dan bahagia. Jalan yang lurus, datar dan lebar, semua orang menginginkannya. Dalam kenyataan, terkadang justru jalan sempit dan berliku yang terbentang di depan mata, bahkan sengaja kita cari, demi kehidupan yang lebih berwarna.






Blogdrive