Nama Kita Sama
Nama kita sama. Tapi hidupku jauh lebih beruntung daripada hidupmu. Tubuhmu dan kehidupanmu harus diutak-atik bertahun-tahun demi kelangsungan reproduksi yang sampai sekarang belum membuahkan hasil itu. Nyawamu senantiasa di ujung tanduk. Kemungkinan besar aku akan menjadi salah satu saksi dari kepunahan jenismu. Maaf, sebagai manusia kami memang punya kelebihan akal. Maaf, tapi kami juga sangat rentan terhadap keinginan-keinginan kami. Sekali lagi, maaf, Bina.









