Bandrek Bukan Minuman Star Trek

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata "bandrek" punya dua arti. Posting kali ini mengenai bandrek yang berarti "minuman dibuat dari air panas dengan jahe dan sebagainya". Semasa saya kecil, saya mengira kata "bandrek" diserap dari bahasa Inggris. Mungkin karena terpengaruh film "Star Trek", kata "bandrek" terdengar asing, tidak seperti sepupunya, "bajigur" (minuman dari santan dan gula merah), yang kedengaran "lebih Indonesia" 
Kandungan jahe yang menghangatkan membuat bandrek cocok diminum di malam hari atau ketika musim hujan tiba. Entah apakah musim hujan yang terlambat tiba membuat pendapatan produsen bandrek menurun, tapi saya rasa kenikmatan saat meminumnya tidak akan berkurang. Sewaktu saya jadi makhluk indekosan di Depok belasan tahun lalu, saya sudah membuktikan bahwa minum kopi di siang bolong pada pukul 14.00, ketika sinar matahari Depok sedang garang-garangnya, tidaklah mengganggu kesehatan dan justru nikmat, meskipun teman sekamar mempertanyakan kewarasan saya. Itu sebabnya, sebagai penggemar wedang-wedangan (yang betulan), saya tidak pernah memandang kapan hari panas atau dingin untuk meminumnya. Sesuai keinginan saja. Artinya, kalau hari sedang dingin tapi hati tidak ingin, ya saya tidak minum wedang apa pun.
Kandungan jahe yang menghangatkan membuat bandrek cocok diminum di malam hari atau ketika musim hujan tiba. Entah apakah musim hujan yang terlambat tiba membuat pendapatan produsen bandrek menurun, tapi saya rasa kenikmatan saat meminumnya tidak akan berkurang. Sewaktu saya jadi makhluk indekosan di Depok belasan tahun lalu, saya sudah membuktikan bahwa minum kopi di siang bolong pada pukul 14.00, ketika sinar matahari Depok sedang garang-garangnya, tidaklah mengganggu kesehatan dan justru nikmat, meskipun teman sekamar mempertanyakan kewarasan saya. Itu sebabnya, sebagai penggemar wedang-wedangan (yang betulan), saya tidak pernah memandang kapan hari panas atau dingin untuk meminumnya. Sesuai keinginan saja. Artinya, kalau hari sedang dingin tapi hati tidak ingin, ya saya tidak minum wedang apa pun.

Bandrek cap Hanjuang bikinan Cintek, Cimahi, dikemas dengan cantik dan menarik. Hanjuang adalah tanaman bernama Latin cordyline fruticosa, dengan nama lain lenjuang atau andong. Untuk barang ekspor atau oleh-oleh, bandrek ini cukup memadai. Apa tadi, ekspor? Duh, kasihan para eksportir kita. Barang sudah terkirim, tapi pencairan uang jadi lama, lantaran bank menunggu kiriman uang dari nagri si importir. Kebayang, kan, bagaimana ketar-ketirnya produsen? Barang laku terjual, tapi kok duitnya kagak nongol? Ujung-ujungnya, yang terjadi bisa-bisa PHK massal

Omong-omong soal bandrek, di Kota Bogor ada sebuah daerah yang bernama Warung Bandrek. Jangan-jangan dahulu memang pernah ada warung penjual bandrek yang begitu tersohor di sana, sehingga akhirnya dipakai menjadi nama tempat.







