kopi dari tiga pulau di indonesia
Posting kali ini mirip etalase toko yang memajang beberapa jenis kopi. Untung tak bisa ditolak, malang tak usah diraih. Namanya juga rezeki, kenapa harus ditolak? Maka saya terima saja dengan lapang dada oleh-oleh kopi dari tiga pulau di Indonesia ini. Itulah berkah mudik buat saya yang seumur hidup nggak pernah mudik untuk berhari raya. Selain mendengarkan kisah-kasih mudik, saya kebagian juga kopi bubuk dari kerabat pemudik, atau kerabat dari kerabat pemudik.
Pertama, kopi "Aroma" dari Bandung, Jawa Barat. Oleh-oleh dari teman sekantor yang mojang Priangan. Hasil googling saya untuk "kopi aroma bandung" sungguh mengejutkan. Mungkin saya adalah blogger kesekian ratus yang membuat posting tentang kopi ini, hehe. Entah bagaimana pengolahannya, tapi untuk ukuran kopi robusta, kopi ini sangat wangi. Bisa jadi cocok buat mereka yang gemar kopi wangi tapi kurang suka rasa asam seperti kopi arabika.
Pertama, kopi "Aroma" dari Bandung, Jawa Barat. Oleh-oleh dari teman sekantor yang mojang Priangan. Hasil googling saya untuk "kopi aroma bandung" sungguh mengejutkan. Mungkin saya adalah blogger kesekian ratus yang membuat posting tentang kopi ini, hehe. Entah bagaimana pengolahannya, tapi untuk ukuran kopi robusta, kopi ini sangat wangi. Bisa jadi cocok buat mereka yang gemar kopi wangi tapi kurang suka rasa asam seperti kopi arabika.

Berikutnya, ada bubuk kopi cap "Bambu
Kuning" dari Medan, Sumatera Utara. Yang ini oleh-oleh dari ibunda
seorang kerabat yang mudik berlebaran ke Medan. Kemasannya simpel, plastik putih dengan gambar bambu kuning. Entah apa arti Mekar Jaya yang tertera pada kemasan, mungkin nama koperasinya. Yang saya tahu, Sukaramai itu nama pasar.

Ketiga, ada kopi asli toraja dengan merek "Ellen Coffee". Kemasan kantong kertas cokelat bermotif ukiran khas Toraja menjadikannya cukup unik untuk dijadikan buah tangan yang manis. Kalau ingin menghadiahkan sesuatu yang sangat Indonesia, ini salah satu produknya.

Berikutnya, kopi Toraja arabika Kalosi. Selama ini saya hanya pernah mencicipi kopi Toraja Kalosi bikinan kedai kopi. Entah sejauh mana tingkat keberhasilan saya mendapatkan kepekatan kopi seperti yang saya rasakan di kedai. Kalosi sendiri adalah nama desa tempat kopi ini ditanam. Oh ya, yang satu ini bukan oleh-oleh mudik, melainkan dibeli di Jakarta 

Itulah sebagian kecil kopi yang dihasilkan oleh petani Indonesia. Sewaktu memotret, saya belum mencicipi kesemua kopi ini. Ketimbang bingung, mungkin saya akan melakukannya secara alfabetis
Semoga Anda sekalian tergerak untuk ikut mendukung mereka. Meniru ucapan seorang aktivis LSM Afrika tentang permasalahan di benuanya, hanya orang Indonesia sendiri yang tahu masalah di Indonesia, dan hanya orang Indonesia sendiri yang bisa mencari jalan keluar dari masalah tersebut. Salam ngopi!
PS : Ini baru dari tiga pulau. Berarti, masih ada 17.501 pulau lagi yang bisa ditanami kopi?







