pisau
Kemampuanmu menggunakan pisau sungguh
mengagumkan. Sebilah pisau tajam itu bisa kamu gunakan untuk memotong
sebatang kayu dan menghaluskannya. Menjadikannya sebuah benda yang
sangat berguna bagimu dan orang lain. Tapi, kamu ternyata memilih untuk
menghunuskan pisaumu, sehingga setiap orang yang lewat harus
berhati-hati agar tidak merasakan sayatan pisaumu. Padahal kamu tidak
mengenal mereka dan mereka tidak mengenalmu. Mereka hanyalah
orang-orang yang kebetulan lewat dan berpapasan di jalan yang sama
denganmu. Kamu tahu, pada akhirnya seseorang di luar sana akan terluka,
bahkan juga dirimu. Aku tidak tahu, mengapa kamu begitu mencintai
pisaumu tapi tidak menggunakannya untuk hal-hal yang lebih masuk akal.
Sebegitu rendahkah kau memandang dirimu?







