dagdigdug!!!

Sejak
kedatangan sampai kepulangan, acara ini memang berhasil bikin saya
dagdigdug. Di tengah ketidakpastian tentang maksud undangan kopi darat
dadakan, keunikan lokasi di Taman Menteng yang belum pernah saya
datangi dan kemampuan saya untuk hadir karena jalanan yang macet dan
taksi-taksi yang kerap menghilang ketika dibutuhkan, toh akhirnya saya
tiba juga di sana dan menemukan jawaban, meskipun baru sebagian.
Ternyata benar dugaan saya, bahwa acara yang digelar pada Jumat malam,
1 Februari 2007 ini, meskipun santai dan penuh "hehehe" dengan sesama
blogger, tapi bukan sebuah kopi darat (tanpa kopi) yang biasa.
dagdigdug akan berusaha menularkan virus ngeblog. Setidaknya itu yang dilontarkan oleh salah satu penggagasnya, Paman Tyo. Sekarang ini, karena terbatasnya akses internet, bagi kebanyakan orang ngeblog adalah sesuatu yang mewah. Padahal dengan ngeblog orang bisa mendapatkan banyak peluang dan mengembangkan potensi apa saja. Yang diperlukan hanyalah menulis dan akses internet.
dagdigdug akan berusaha menularkan virus ngeblog. Setidaknya itu yang dilontarkan oleh salah satu penggagasnya, Paman Tyo. Sekarang ini, karena terbatasnya akses internet, bagi kebanyakan orang ngeblog adalah sesuatu yang mewah. Padahal dengan ngeblog orang bisa mendapatkan banyak peluang dan mengembangkan potensi apa saja. Yang diperlukan hanyalah menulis dan akses internet.
Mengapa saya sebut menulis sebagai "hanya"? Buat saya, menulis kadang lebih mudah dan lebih efektif ketimbang bicara. Tidak semua orang bisa artikulat ketika berbicara, dan tidak semua orang yang pandai berbicara mampu mengartikulasikan ide-ide mereka dengan baik.
Setuju dengan Ipul, bahwa lewat blog, semua orang bisa menyalurkan ketidakpuasan (maupun kepuasan) serta uneg-uneg mereka. Namun, lewat program "Bloggers for Bangsari", Ipul dkk juga telah membuktikan bahwa kemampuan blog jauh lebih dari itu. Sejumlah komunitas telah membuktikan efektivitas blog sebagai katalis dan komunikator bagi sebuah kegiatan atau kepedulian. Memang, tidak perlu sebegitu parahnya sehingga melarang orang membuang sampah sembarangan harus lewat blog. Tapi, blog memiliki kelebihan sebagai pembangkit kesadaran dan inspirasi yang terus-menerus dan berantai.
Sebuah tulisan ringkas namun dalam muncul di koran hari ini. Bisa jadi banyak orang resah karena merasa dicekoki, didikte oleh media, terutama televisi, tanpa bisa memberi respons. Kita terpaksa memaklumi keterbatasan jam tayang dan jumlah lembaran koran, meskipun kita tahu bahwa masalahnya bukan hanya itu. Di sinilah blog mengambil alih peran sebagai penyuara bagi semua orang, sebagai pribadi, terpisah dari institusi mana pun.
Keinginan untuk mengabadikan ingatan dan bersuara telah ada sejak manusia tinggal di gua-gua, sejak para leluhur kita memahat relief di candi-candi. Ada tulisan dan kadang ada gambar. Salah satu misi dagdigdug adalah memasyarakatkan ngeblog, dan kabarnya mereka akan punya kegiatan visioner untuk melakukan roadshow ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia demi mewujudkannya. Saya bermimpi, kelak ketika akses internet semakin terbuka, orang Indonesia tidak harus selalu membuang energi untuk turun ke jalan, berteriak-teriak, membuang bahan bakar atau menambah jalanan macet tanpa hasil optimal. Masyarakat yang beradab seharusnya tidak anarkis. Mereka bersuara dan meniupkan perubahan dengan menulis.

PS :
1. Maaf, saya keasyikan menikmati suasana hingga tak memotret sekalipun. Silakan berkunjung ke sini, ke sini dan ke sini untuk catatan para blogger lain tentang acara ini
2. Foto di atas cocoknya untuk Cerita Kaos kali, yak?
1. Maaf, saya keasyikan menikmati suasana hingga tak memotret sekalipun. Silakan berkunjung ke sini, ke sini dan ke sini untuk catatan para blogger lain tentang acara ini
2. Foto di atas cocoknya untuk Cerita Kaos kali, yak?






