sewindu, hari ini

Selamat
ulang tahun, ya, Obik. Duh, maaf ya, Tante baru kasih selamat di malam
hari. Tadi pagi, karena tergesa-gesa ke kantor, Tante nggak sempat
nelepon. Sesampai di kantor, nggak mungkin nelepon kamu, karena kamu
pasti sudah di sekolah, asyik belajar dan bermain. Menjelang sore hari,
Tante nelepon ke rumahmu. Ternyata kamu belum pulang. Kata si Teteh,
kamu baru akan pulang pukul 16.30. Entah kenapa, sewaktu jam segitu
Tante nelepon lagi, kamu belum sampai juga di rumah. Apa karena mobil
antar-jemputmu mesti putar-putar ke rumah teman-teman lain, terus
terkena macet, ya? Omong-omong, belajar apa saja kamu hari ini?
Selamat ulang tahun, ya, Obik. Sejam yang lalu, kata si Teteh, kamu lagi panggil tukang sate di depan rumah, jadi Tante belum juga sempat bicara denganmu di telepon. Sekarang suaramu mulai serak. Rupanya kamu sudah ngantuk sekali. Iya, Tante tahu ini sudah pukul 21.30. Tante cuma mau kasih selamat, kok. Dengar-dengar matamu bengkak. Kata orang-orang, itu namanya bintitan. Kasihan, lagi ulang tahun kok bintitan. Tadi si Mbah sudah suruh kamu pakai salep, kan? Minta papamu yang oleskan. Kalau sudah pakai salep, tidak usah pakai bawang putih.
Selamat ulang tahun, ya, Obik. Kamu mau kado apa? Mau kucing? Apa, kelinci? Oh, ya. Pengganti si Choco dan si Vanilla, ya? Nanti kalau dimakan kucing, bagaimana? Bolehlah kalau mau ditaruh di belakang, biar nggak kabur juga seperti waktu itu. Kalau beli kelincinya sama-sama Obik, lebih enak lho. Obik bisa pilih warnanya, juga jenisnya. Apa? Tante saja yang beli? Oh, iya deh. Sepasang, laki-laki dan perempuan. Biar beranak banyak, ya? Ya, sudah. Nanti Tante usahakan kelincinya. Moga-moga hari Sabtu sudah ada. Sekarang kamu sudah mau tidur, kan? Selamat tidur, ya, Obik.
Selamat ulang tahun, ya, Obik. Sejam yang lalu, kata si Teteh, kamu lagi panggil tukang sate di depan rumah, jadi Tante belum juga sempat bicara denganmu di telepon. Sekarang suaramu mulai serak. Rupanya kamu sudah ngantuk sekali. Iya, Tante tahu ini sudah pukul 21.30. Tante cuma mau kasih selamat, kok. Dengar-dengar matamu bengkak. Kata orang-orang, itu namanya bintitan. Kasihan, lagi ulang tahun kok bintitan. Tadi si Mbah sudah suruh kamu pakai salep, kan? Minta papamu yang oleskan. Kalau sudah pakai salep, tidak usah pakai bawang putih.
Selamat ulang tahun, ya, Obik. Kamu mau kado apa? Mau kucing? Apa, kelinci? Oh, ya. Pengganti si Choco dan si Vanilla, ya? Nanti kalau dimakan kucing, bagaimana? Bolehlah kalau mau ditaruh di belakang, biar nggak kabur juga seperti waktu itu. Kalau beli kelincinya sama-sama Obik, lebih enak lho. Obik bisa pilih warnanya, juga jenisnya. Apa? Tante saja yang beli? Oh, iya deh. Sepasang, laki-laki dan perempuan. Biar beranak banyak, ya? Ya, sudah. Nanti Tante usahakan kelincinya. Moga-moga hari Sabtu sudah ada. Sekarang kamu sudah mau tidur, kan? Selamat tidur, ya, Obik.







