<body></noscript><center><script language='JavaScript' type='text/javascript' src='http://ads.blogdrive.com/adx.js'></script> <script language='JavaScript' type='text/javascript'> <!-- if (!document.phpAds_used) document.phpAds_used = ','; phpAds_random = new String (Math.random()); phpAds_random = phpAds_random.substring(2,11); document.write ("<" + "script language='JavaScript' type='text/javascript' src='"); document.write ("http://ads.blogdrive.com/adjs.php?n=" + phpAds_random); document.write ("&amp;what=zone:5"); document.write ("&amp;exclude=" + document.phpAds_used); if (document.referrer) document.write ("&amp;referer=" + escape(document.referrer)); document.write ("'><" + "/script>"); //--> </script><noscript><a href='http://ads.blogdrive.com/adclick.php?n=a42e1b2b' target='_blank' rel=nofollow><img src='http://ads.blogdrive.com/adview.php?what=zone:5&amp;n=a42e1b2b' border='0' alt=''></a></noscript> <br><script type="text/javascript"><!-- google_ad_client = "pub-2589431880394796"; google_alternate_ad_url = "http://ads.blogdrive.com/static/blank.html"; google_ad_width = 728; google_ad_height = 15; google_ad_format = "728x15_0ads_al"; google_ad_channel ="6215721543"; google_color_border = "FFFFFF"; google_color_bg = "FFFFFF"; google_color_link = "000000"; google_color_url = "000000"; google_color_text = "000000"; //--></script> <script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"> </script> <noscript><a href="http://ads.blogdrive.com/adclick.php?n=a6b05a3e" target="_blank"><img src="http://ads.blogdrive.com/adview.php?what=zone:3&amp;n=a6b05a3e" border="0" alt=""></a></noscript></center>

Aug 2, 2007

uneg-uneg si mpokb >>>>

Le Strategy de Fatale

Menurut David Walker, ancaman ekonomi terbesar yang menghadang AS adalah ketidakacuhan. Selama hampir dua tahun ini, Walker melakukan perjalanan ke seluruh AS, mendesak masyarakat agar sadar sebelum terlambat., “Ancaman terbesar bagi AS bukan seseorang yang bersembunyi di gua di Afghanistan maupun Pakistan, melainkan keteledoran fisik kita sendiri,” ujar Walker.

David Walker adalah Comptroller General (= pengawas keuangan tertinggi) Amerika Serikat, Direktur Badan Akuntabilitas Pemerintah atau GAO (semacam Badan Pemeriksa Keuangan di Indonesia) yang menghitung pemasukan dan kerugian pemerintah serta kewajibannya di masa depan. Walker menyimpulkan, standar kehidupan rakyat AS saat ini tidak akan bisa dipertahankan kecuali jika diambil suatu langkah drastis.  Walker tidak sendirian. Hal ini disebut "rahasia kecil nan kotor yang diketahui semua pejabat Washington".

Dalam “tur penyadaran” yang didampingi ekonom dari Yayasan Heritage  yang konservatif, Lembaga Brooking’s yang kekiri-kirian dan Koalisi Concord yang nonpartisan, Walker menyampaikan sejumlah realitas finansial yang begitu menohok, hingga membuat mayoritas pejabat terpilih tak ingin membicarakannya. Justru karena itulah David Walker membicarakannya. Begitu buruknya, hingga Walker menyerah dengan para pejabat. Dia memutuskan untuk meneruskan pesannya secara langsung pada para pembayar pajak dan pengamat. Walker bercerita pada komunitas sipil, forum universitas dan dewan redaksi surat kabar, bahwa AS telah mempertaruhkan, menjaminkan dan meminjamkan diri ke lubang utang yang begitu dalam, hingga tidak akan bisa keluar jika tidak bertindak sekarang juga. Menurut Walker, keberlangsungan AS sedang dipertaruhkan. “Masyarakat AS kehilangan dua hal. Kebenaran dan kepemimpinan,” katanya. “Yang terjadi sekarang, kita menghabiskan lebih banyak uang daripada yang kita peroleh. Kita membebankannya pada kartu kredit dan berharap cucu kita yang melunasinya. Itu sungguh keterlaluan.”

Presiden Bush menilai perekonomian AS sedang baik. Jumlah pengangguran menurun, defisit lebih rendah daripada perkiraan. Faktanya, AS tidak menghadapi krisis dalam waktu dekat. Maka orang berkata, "Apa masalahnya?"

Menurut Walker, AS mengidap ‘kanker fisik’ yang tumbuh dalam diri masyarakat. Jika tidak diobati, ‘kanker’ itu akan menimbulkan malapetaka bagi AS. ‘Kanker’ yang dimaksud Walker adalah program tunjangan masif yang tak lagi bisa dibiayai oleh masyarakat, diperparah dengan kegagalan demografis sejak lebih dari 60 tahun lalu, yaitu lonjakan dramatis angka kelahiran yang disebut "Baby Boom". Mulai tahun depan dan 20 tahun setelahnya, sebanyak 78 juta penduduk AS akan menjalani pensiun dan menjadi beban para pembayar pajak AS. Pada tanggal 1 Januari 2008, Baby Boomer pertama akan berusia 62 tahun, berhak atas pensiun dini dan menerima jaminan sosial. Tiga tahun kemudian, mereka berhak atas Medicare (= asuransi kesehatan). Ketika kelompok Boomer ini pensiun dalam jumlah besar, akan terjadi pengeluaran besar-besaran yang bisa melumpuhkan perekonomian AS jika tidak diantisipasi. Jika ‘kanker’ ini dibiarkan terus-menerus, di masa depan pemerintah federal tak akan bisa berbuat banyak selain melunasi bunga utang yang menumpuk dan sejumlah tunjangan. AS bisa bangkrut, tak punya uang untuk hal lain seperti pertahanan nasional, keamanan dalam negeri atau pendidikan.

Menurut Walker, AS bisa menghilangkan pemborosan dalam anggaran Pentagon. Tapi, masalah anggaran jangka panjang akan tetap ada. Anggaran takkan cukup untuk membayar tunjangan kelompok Baby Boomer. Itu hanya sebagian masalah. Masalah sebenarnya adalah tunjangan kesehatan. Masalah tunjangan kesehatan AS lebih berat daripada tunjangan sosial. Masalah timbul karena usia orang lebih panjang dan biaya obat terus naik hingga inflasi jadi dua kali lipat. Alih-alih mengatasinya, Presiden dan Kongres justru memperburuk keadaan pada tahun 2003. Mereka memperluas program Medicare untuk membiayai obat yang diresepkan. Mereka menjanjikan lebih banyak daripada yang bisa dipenuhi. Tambahan $ 8 triliun pada $ 15 - 20 triliun yang tak terbiayai. Dengan sekali teken, pemerintah federal menambah kewajiban Medicare nyaris 40% selama 75 tahun mendatang.

Walker bukan ingin AS mengabaikan Medicare atau tunjangan obat. Dia yakin, sistem pengobatan di AS saat ini terlalu mahal, bahkan termahal di dunia. AS memakai 50% lebih banyak dari anggaran nasional untuk kesehatan dibanding negara mana pun. Dan AS punya persentasi populasi tanpa asuransi terbesar di antara negara-negara industri utama. Tingkat kematian anak AS di atas rata-rata, harapan hidup di bawah rata-rata. Dan kesalahan medis jauh lebih tinggi di atas rata-rata negara industri. Pemerintah AS menjanjikan pengobatan nyaris tak terbatas pada manula yang tak pernah melihat tagihannya.

Menurut Senator Ken Conrad dari North Dakota, mayoritas pejabat Washington menyadari buruknya masalah ini, tapi tak ada yang bertindak karena akan lebih mudah untuk tidak bertindak. Lebih mudah untuk menunda, menyembunyikan masalah itu dan menghindari penentuan pilihan. Pejabat bisa rugi secara politis jika menentukan pilihan. Namun, politikus yang berkata bahwa masalah bisa teratasi tanpa reformasi tunjangan sosial, Medicare dan Medicaid, berarti tidak berkata jujur.

Tahun depan, David Walker akan melakukan tur penyadaran ke sejumlah negara bagian utama. Menyampaikan pentingnya kenaikan pajak atau pemasukan pemerintah. Dan membatasi pengeluaran federal jika ingin mempertahankan keamanan ekonomi dan standar kehidupan saat ini. “Semakin lama kita menunggu, semakin kita terancam krisis keuangan. Jika Anda mengatakan kebenaran dan memberi fakta pada mereka, jika Anda menjelaskan bukan dengan angka, melainkan nilai, rakyat akan paham dan mendukung pejabat pilihan mereka untuk menentukan pilihan,” ujar Walker.

Ketika ditanya apakah Walker mengenal politikus yang tak mau menaikkan pajak dan memotong tunjangan, Walker menjawab, “Saya tak mengenal politikus yang suka menaikkan pajak atau memotong pengeluaran. Tapi, yang harus kita pahami, ini bukan sekadar tentang angka. Kita menggadaikan masa depan anak dan cucu kita. Itu bukan hanya masalah keteledoran fisik, melainkan masalah amoralitas.”

PS : Bagaimana dengan Indonesia? Akankah kita melakukan le strategy de fatale :  tidak berbuat apa-apa, dan mewariskan utang pada anak cucu, bahkan sebelum mereka lahir?

Seluruh tulisan diterjemahkan dan diringkas dari sini


mpokb
August 20, 2007   12:46 PM PDT
 
to ogut : bukan gitu us.. apa pun yg terjadi di amrik sono, pasti ada dampaknya di mari.
ogut
August 18, 2007   12:00 PM PDT
 
Hwaduh, mpok ngepostingnya serius amat yah kali ini, seolah Mpok warga AS yang lagi geregetan ama pemerintahnya sendiri . Jangan˛ karna takut nalangin asuransi babyboomers? Hehehe ...

Ternyata Amrik pada kenyataannya emang tidak seindah pamflet atawa iklan greencard yax?

Biar gimanapun Indonesia tetep tanah air beta lah ... walaw cuman bisa dapet sepetak tanah dalam gang buat dijadiin rumah, dan kerja keras kayak anjing (lah ini pan lagunya Beatles?!) namun gaji cuma abis beberapa menit setelah keluar dari amplop, hehehe ...

Viva Indonesia, met tujuhbelasan dah... :D
maya
August 9, 2007   10:41 AM PDT
 
amerika aja eperti tiu Indonesia macem mana ya........................
Bri
August 8, 2007   11:22 PM PDT
 
bukannya emang kita udah mulai dgn budaya cuek???
oon
August 8, 2007   06:21 PM PDT
 
ckckck....beurat tenan mbatja-nja mpok!...dibuat versi komiknya dong!

*ngacir takut kesiram kopi luwak :d
escoret
August 7, 2007   04:06 PM PDT
 
wah,bacaan 17 th ke atas..!!
ekonomi2 kyk gini..aku ga mudeng...

*koment ini di ambil dari "sini"*
bootdir
August 6, 2007   05:37 PM PDT
 
AS ninggalin cucu utang karena untuk jaminan sosial, kesehatan dan hari tua...
Lha kita ninggalin utang buat apa?
Jaminan sosial, kesehatan dan hari tua nggak ada... Minyak bumi dan hutan habis...
laks
August 6, 2007   04:30 PM PDT
 
di indonesia jaminan hari tua malah tidak jelas pok... kalo amerika masih ada yang peduli di indoneisa koq kayaknya urusan masing-masing deh...
lantip
August 6, 2007   12:21 PM PDT
 
welha kok saya juga sedang nulis soal kepemimpinan. kegelisahan kita sehati mpok :">

nah hutang ini memang susah. sudah terlanjur numpuk. kalo ngemplang, salah. gak ngemplang, kok susah dan biadab. repoootttt
venus
August 4, 2007   02:24 PM PDT
 
ninggalin utang buat anak cucu...bukannya udah kita mulai, mpok?
Hedi
August 3, 2007   11:48 PM PDT
 
Tapi pernah ada yang bilang ke saya, AS itu akan menderita krisis keuangan hebat karena doyan perang.

Masuk logika juga, karena untuk memenuhi hobinya itu, militer mendapat porsi anggaran terbesar yang justru pemasukkan devisa dari sektor itu sangat kecil.
frozi!
August 3, 2007   04:17 PM PDT
 
segelintir orang menikmati, banyak orang yang menanggungnya. begitulah warisan bangsa kita :(
Mbilung
August 3, 2007   03:30 PM PDT
 
Jepang punya masalah dengan populasinya yang makin tua, sementara anggaran pemerintah untuk tunjangan para pensiunan ya segitu-segitu saja besarnya. Lantas .... umur pensiun dinaikan.
mlesat
August 3, 2007   01:57 PM PDT
 
David Walker ini kita 'kawinin' ama Michael Moore yuk!!

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments








Blogdrive