Andalas, Andalan dari Amrika

Andalas, gede di Amrik, asli Sumatra
Ini dia Andalas, anggota baru Suaka Rhino Sumatra (SRS) di
Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Ganteng sekali, bukan? Badak yang
akan berusia 16 tahun pada 13 September mendatang ini dipulangkan dari
Kebun Binatang Cincinnati, AS, untuk menjadi pejantan baru bagi tiga
betina bernama Bina,
Rosa dan Ratu. Torgamba, badak jantan yang sudah lebih dulu tinggal di
SRS, sejauh ini belum terbukti berhasil membuahi ketiga badak betina.
Ada kemungkinan, ini disebabkan Torgamba terlalu lama tinggal di kebun
binatang di London, Inggris, sehingga mengalami kesulitan beradaptasi
hidup di hutan, termasuk untuk bereproduksi.

Menurut Pak Marcel, site manager (kok
nggak pas kalo diterjemahkan jadi manajer situs, yak?) SRS, konservasi
badak sumatra menjadi lebih kritis dibandingkan badak jawa, karena
habitat mereka lebih terancam. Jumlah badak jawa hanya sekitar 60 ekor,
sedangkan badak sumatra sekitar 300 ekor. Namun, habitat badak jawa
bercula satu di Ujung Kulon yang lebih tertutup membuatnya dalam
kondisi relatif lebih aman dibandingkan kerabatnya di Sumatra.
Di SRS, usaha dan penelitian dilakukan untuk pelestarian badak sumatra yang kian terancam. Peran Andalas di kalangan badak menjadi amat penting. Tentu saja, konservasi tidak ada gunanya jika tidak ada dukungan dari masyarakat sekitar maupun pemerintah. Perburuan badak, terutama untuk diambil culanya, tidak akan terhenti jika kesejahteraan penduduk setempat masih rendah. Juga masih akan dilakukan jika tidak ada sangsi yang ketat dari pihak berwenang terhadap para pelaku.
Jika Anda suka badak, atau tertarik pada badak dan ingin mendapatkan info lebih jauh tentang seluk-beluk penangkaran hewan ini, silakan bergabung dengan milis Indorhinoteam. Atau, sekalian menjadi anggota Forum Badak Indonesia (singkatannya FBI juga, tapi bukan FBI nyang belah ono!

Pak Marcel, Andalas, Pawang Sugiono






