Dokter Komik di Kota Hujan

dokter komik dan bekas pasien
Kalau sampai saat ini ada yang berharap bahwa dokter hewan komikus dari Yogya itu
tidak punya wajah, atau wajahnya seperti kartun yang dicorat-coret,
tentu akan kecewa. Pada hari Minggu kemarin, 15 April 2007, saya
sendiri sudah membuktikan, ternyata wajahnya memang ada, dan bukan
kartun. Menyenangkan sekali jalan kaki bersamanya. Tidak lekas mengeluh
apalagi rewel, meskipun malam sebelumnya baru begadang di Puncak.

Sayang sekali Bung Dokter harus segera kembali ke Yogya. Saya pikir, belum sah hukumnya bila seseorang ke Bogor tanpa ke Kebun Raya. Maka, setelah mampir di Gramedia Botani Square (Bo-Ker, kata ABG Bogor), mencicipi hidangan vegetarian (baca : gado-gado) di warung masakan sunda dan menjajal otot kaki di jalanan Kebun Raya, maka saya antarkan dia dalam keadaan utuh kepada pamannya yang tidak gombal, untuk selanjutnya diambil alih oleh pamannya yang gombal.

Sayang sekali Bung Dokter harus segera kembali ke Yogya. Saya pikir, belum sah hukumnya bila seseorang ke Bogor tanpa ke Kebun Raya. Maka, setelah mampir di Gramedia Botani Square (Bo-Ker, kata ABG Bogor), mencicipi hidangan vegetarian (baca : gado-gado) di warung masakan sunda dan menjajal otot kaki di jalanan Kebun Raya, maka saya antarkan dia dalam keadaan utuh kepada pamannya yang tidak gombal, untuk selanjutnya diambil alih oleh pamannya yang gombal.

dokter komik dan calon pasien
PS : Ternyata, pamannya yang tidak gombal itu tetangga sekomplek kakak sulung saya. Hayaaah, dunia memang selebar daun kelor... 






