kacang atom yang lagi ngebom

Ada
nggak ya, orang yang nggak suka ngemil kacang? Tanpa bermaksud kurang
ajar, mungkin cuma para bayi dan para lansia yang tidak pernah makan
kacang. Saya yakin, jumlah orang Indonesia pengemil kacang sangat
tinggi. Kalau tidak, mana mungkin ada idiom "laris bak kacang goreng" atau "paling-paling dijadikan bungkus kacang goreng"?
Huh, yang terakhir ini pernah diucapkan ibu profesor matematika yang
sangat berpengaruh dan ditakuti di kampus saya dulu. Saking galaknya,
para mahasiswa jadi enggan mengikuti kuliah beliau, termasuk saya
yang cuma ikut kuliahnya satu kali dan langsung keder.
Beliau pun tidak memusingkan persentase absen. Kelulusan hanya
ditentukan berdasarkan nilai ujian. Bagi beliau, ya itu, kertas
absensi "paling-paling dijadikan bungkus kacang goreng".
Kembali ke kacang! Ungkapan "laris bak kacang goreng" itu tetap bertahan, meskipun saya tidak pernah melihat gerobak kacang goreng maupun tukangnya (lha iya dong ah!). Yang ada sekarang kacang bawang tanpa kulit maupun kulit ari. Padahal, dalam khayalan saya, zaman dulu orang menjual kacang goreng masih lengkap dengan kulit arinya dan dibubuhi sedikit garam. Sekarang, kertas pembungkus kacang goreng sudah berganti dengan plastik (wah, apa sih yang sekarang tidak dibungkus plastik?).
Kembali ke kacang! Ungkapan "laris bak kacang goreng" itu tetap bertahan, meskipun saya tidak pernah melihat gerobak kacang goreng maupun tukangnya (lha iya dong ah!). Yang ada sekarang kacang bawang tanpa kulit maupun kulit ari. Padahal, dalam khayalan saya, zaman dulu orang menjual kacang goreng masih lengkap dengan kulit arinya dan dibubuhi sedikit garam. Sekarang, kertas pembungkus kacang goreng sudah berganti dengan plastik (wah, apa sih yang sekarang tidak dibungkus plastik?).

selalu ada embel-embel "non-kolesterol"
Selain kacang bawang, yang masih
lazim ditemui sehari-hari adalah kacang rebus yang pakai gerobak itu.
Masih banyak penggemarnya, dan belum tergeser oleh kacang bermerek dan
berkemasan resik. Di tengah merek-merek keluaran produsen besar,
belakangan banyak bermunculan kacang atom, berasal dari industri
rumahan. Sejauh ini, menurut tulisan di bungkus, kebanyakan berlokasi
di Jakarta Timur. Semua merek dikemas serupa dan harganya pun sama,
seribu perak. Penjualannya dari bus ke bus, maksudnya, dibagikan kepada
para penumpang bus. Yang tidakberkenan membeli, silakan kembalikan pada pengasong.
Entah siapa penemu resep kacang atom. Katanya sih, pembuatannya cukup mudah, tapi saya belum pernah membuktikan. Saya cuma suka beli, sesekali. Rasanya? Manis, gurih, bikin ketagihan meskipun nggak sampai sakaw. Kalau Anda ingin ikut jadi produsen kacang atom, ini ada resepnya.
Ada banyak produsen kacang atom seceng, tapi rasanya belum ada kartel kacang atom. Kalau Anda bercita-cita mendorong industri dalam negeri dengan bahan baku lokal dan merek lokal, belilah kacang atom. Atau sekalian, berinvestasilah di bidang kacang atom, hitung-hitung membantu geliat industri kecil dan rumahan yang selama ini lebih sering dianaktirikan di negeri sendiri. Siapa tahu jadi juragan kacang atom lebih enak daripada jadi pegawai kantor?
Entah siapa penemu resep kacang atom. Katanya sih, pembuatannya cukup mudah, tapi saya belum pernah membuktikan. Saya cuma suka beli, sesekali. Rasanya? Manis, gurih, bikin ketagihan meskipun nggak sampai sakaw. Kalau Anda ingin ikut jadi produsen kacang atom, ini ada resepnya.
Ada banyak produsen kacang atom seceng, tapi rasanya belum ada kartel kacang atom. Kalau Anda bercita-cita mendorong industri dalam negeri dengan bahan baku lokal dan merek lokal, belilah kacang atom. Atau sekalian, berinvestasilah di bidang kacang atom, hitung-hitung membantu geliat industri kecil dan rumahan yang selama ini lebih sering dianaktirikan di negeri sendiri. Siapa tahu jadi juragan kacang atom lebih enak daripada jadi pegawai kantor?








