Asyiknya Sejarah dalam Kartun

Apa hasilnya jika matematikawan
lulusan Harvard bercerita tentang sejarah? Ternyata, sebuah "Kartun
Riwayat Peradaban". Jika Anda seperti saya, kurang begitu paham sejarah
dunia semasa diajarkan di sekolah dan ingin belajar lagi dengan cara
yang menyenangkan, buku ini mungkin layak buat Anda. Buku ini juga
layak untuk mereka yang sangat paham sejarah tapi ingin melihatnya dari
sisi yang berbeda dengan pelajaran semasa Anda bersekolah. Tentu saja,
selama sekian tahun ajaran, selalu ada bagian dari pelajaran sejarah
yang harus direvisi. Jumlah planet saja bisa dikurangi, kok.
Karena novel ini 'ngomik, maka cocok juga untuk Anda yang ingin tetap tersenyum sambil belajar. Banyak bagian-bagian yang cukup kocak meskipun di beberapa tempat dibutuhkan kebesaran jiwa untuk bisa menganggapnya lucu. Hehe, maksud saya, namanya juga buku. Isinya kan pendapat penulis. Kalau ada yang dirasa tidak sreg, ya jangan 'ngambek. Taruh dulu sebentar, tarik napas, lalu mulai baca lagi. Atau, kalau masih tidak sreg, jangan dibaca terus. Buat saja karya sendiri yang lebih mewakili pendapat Anda. Lho, ini kok jadi ke mana-mana sih?
Karena novel ini 'ngomik, maka cocok juga untuk Anda yang ingin tetap tersenyum sambil belajar. Banyak bagian-bagian yang cukup kocak meskipun di beberapa tempat dibutuhkan kebesaran jiwa untuk bisa menganggapnya lucu. Hehe, maksud saya, namanya juga buku. Isinya kan pendapat penulis. Kalau ada yang dirasa tidak sreg, ya jangan 'ngambek. Taruh dulu sebentar, tarik napas, lalu mulai baca lagi. Atau, kalau masih tidak sreg, jangan dibaca terus. Buat saja karya sendiri yang lebih mewakili pendapat Anda. Lho, ini kok jadi ke mana-mana sih?


Kartun Riwayat Peradaban ini
merupakan trilogi. Jilid I menguraikan sejarah Bumi sejak peristiwa Big
Bang atau Ledakan Besar sampai masa kejayaan Iskandar Agung. Jilid II
mengisahkan peradaban Tiongkok sampai keruntuhan Kekaisaran Roma, dan
jilid III tentang kebangkitan Dunia Islam sampai gerakan Renaissance.
Saya sendiri baru punya jilid I dan II. Jilid III sengaja belum beli,
karena toh saya tetap akan membacanya satu per satu.
Meskipun bentuknya kartun, tapi rasanya lebih cocok dibaca oleh remaja atau dewasa. Ada beberapa materi bahasan yang bisa membingungkan anak-anak. Mengenai asal-usul spesies manusia, misalnya, merupakan topik yang akan selalu diperdebatkan. Saran saya, nikmati sajalah penuturan Larry Gonick lewat kartun kocaknya. Anda bisa menyegarkan kembali pemahaman tentang sejarah, dan tertawa adalah bonusnya.
Meskipun bentuknya kartun, tapi rasanya lebih cocok dibaca oleh remaja atau dewasa. Ada beberapa materi bahasan yang bisa membingungkan anak-anak. Mengenai asal-usul spesies manusia, misalnya, merupakan topik yang akan selalu diperdebatkan. Saran saya, nikmati sajalah penuturan Larry Gonick lewat kartun kocaknya. Anda bisa menyegarkan kembali pemahaman tentang sejarah, dan tertawa adalah bonusnya.

Pengarang : Larry Gonick (1990)
Penerjemah : Frans Kowa
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia, 2006
Tebal : VIII + 362 halaman






