<body></noscript><center><script language='JavaScript' type='text/javascript' src='http://ads.blogdrive.com/adx.js'></script> <script language='JavaScript' type='text/javascript'> <!-- if (!document.phpAds_used) document.phpAds_used = ','; phpAds_random = new String (Math.random()); phpAds_random = phpAds_random.substring(2,11); document.write ("<" + "script language='JavaScript' type='text/javascript' src='"); document.write ("http://ads.blogdrive.com/adjs.php?n=" + phpAds_random); document.write ("&amp;what=zone:5"); document.write ("&amp;exclude=" + document.phpAds_used); if (document.referrer) document.write ("&amp;referer=" + escape(document.referrer)); document.write ("'><" + "/script>"); //--> </script><noscript><a href='http://ads.blogdrive.com/adclick.php?n=a42e1b2b' target='_blank' rel=nofollow><img src='http://ads.blogdrive.com/adview.php?what=zone:5&amp;n=a42e1b2b' border='0' alt=''></a></noscript> <br><script type="text/javascript"><!-- google_ad_client = "pub-2589431880394796"; google_alternate_ad_url = "http://ads.blogdrive.com/static/blank.html"; google_ad_width = 728; google_ad_height = 15; google_ad_format = "728x15_0ads_al"; google_ad_channel ="6215721543"; google_color_border = "FFFFFF"; google_color_bg = "FFFFFF"; google_color_link = "000000"; google_color_url = "000000"; google_color_text = "000000"; //--></script> <script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"> </script> <noscript><a href="http://ads.blogdrive.com/adclick.php?n=a6b05a3e" target="_blank"><img src="http://ads.blogdrive.com/adview.php?what=zone:3&amp;n=a6b05a3e" border="0" alt=""></a></noscript></center>

Jan 17, 2007

uneg-uneg si mpokb >>>>

Maka, Bacalah! (Dan Menulislah)

Ngeblog sekaligus berarti berbagi info. Saya tidak tahan untuk tidak berbagi cuplikan wawancara Kim Clarke Champniss dengan Alan Lightman, seorang fisikawan, pengajar, esais dan penulis novel, dalam serial The Word This Week episode 5-17 produksi Book Television. Tulisan di bawah merupakan terjemahan dari penjelasan Pak Lightman. Maka, bacalah! Smile

Eksplorasi dunia, baik sisi dalam maupun sisi luarnya adalah bagian yang menjadikan kita manusia. Keingintahuan tentang diri kita dan posisi kita di alam semesta. Keingintahuan yang mendalam. Dunia merupakan tempat yang rumit. Alangkah menakutkan membayangkan ketiadaan aturan, makna atau rasionalitas. Upaya ilmu untuk menemukan aturan dan pemahaman merupakan bagian dari upaya lebih besar untuk menemukan makna kehidupan. Ini upaya yang sama dengan filsuf, teolog dan penulis. Untuk menemukan makna.

Ilmuwan punya cara khusus untuk menemukan makna. Cerita sama pentingnya dengan mimpi. Cerita merupakan satu cara untuk menata pengalaman kita dengan dunia. Sebuah cerita bagi saya merupakan struktur pengatur. Manusia punya otak yang hebat, dan strategi pertahanan kita adalah mampu berpikir dengan baik. Tapi, berpikir mendatangkan masalah. Lebih menyadari kehidupan dan kerumitan dunia bisa membuat Anda gila. Menurut saya, manfaat evolusioner dari sebuah cerita adalah mencegah kita menjadi gila.

Ilmu sangat mirip dengan seni. Sebagian aspek estetikanya sama. Ilmuwan dan seniman sama-sama mencari kebenaran, meskipun jenis kebenarannya berbeda. Ilmuwan mencari kebenaran dalam dunia fisik, dunia massa dan tenaga. Seniman mencari kebenaran dalam dunia emosi, dunia pikiran dan hati. Tapi, keduanya sama-sama mencari kebenaran dan sama-sama terdorong untuk melakukan pekerjaan mereka. Mereka mencintai pekerjaan mereka. Walt Whitman, seorang penyair Amerika, mengucapkan sesuatu yang indah semasa kecilnya. Dia sadar bahwa dia ditakdirkan untuk menjadi penyair. Ucapannya adalah, "Takkan lagi diriku mengelak." Ilmuwan dan seniman melakukan pekerjaan mereka karena mereka merasa terdorong untuk itu. Karena, mereka tidak sanggup untuk tidak melakukannya.

PS : Alangkah senangnya para penerjemah buku. Dapat bacaan gratis, dibayar pula. Kalau saya boleh menerjemahkan buku Pak Lightman, mungkin bisa gila saking senangnya


Paman Tyo
January 25, 2007   02:35 PM PST
 
kalo nerjemahin pikiran saya bisa ndak mpok? :)
bequni
January 21, 2007   04:05 AM PST
 
walah jadi penerjemah.. ora iso aku mba.. bahasa sendiri aja masih belepetan.. gimana nerjemahin? gila duluan!!!(menurut saya lo...)
Luthfi
January 20, 2007   12:30 AM PST
 
nerjemahin???
waks, paper dari jurnal aja baru kelar tgl 8 jan kmrn
pdhal dosennya sudah nyuruh dr awal sept
onanymouse
January 19, 2007   09:02 AM PST
 
hiks..kalo aku dapet order nerjemahin bisa gila saking bingungnya mpok xixixi...:P
venus
January 19, 2007   08:45 AM PST
 
nah. kalo gitu, ayo cari order terjemahin buku, mpok :D
Indah
January 18, 2007   11:58 PM PST
 
*Lagi ngebayangin jadi penerjemahnya Harry Potter* Aahh.. ya, Mpok, bener kata Mpokk.. emang enak jadi penerjemahh :D Hihihi..
mpokb
January 18, 2007   05:45 PM PST
 
to qky : wadaw, blog atu aja lama gini updatenya :P

to danu : tukeran order? :P

to mbilung : dibayar buku edisi asli mau kok..

to ambar : minimal uneg2 yak.. :)

to hany : naskah anu ehem seminar di uhuk-uhuk? :P

to tito : memang seni dekat dengan alam liar kok... hayah.. :P

to bebek : tapi kan nggak semua sudah ada terjemahannya.. hiks..

to lantip : waks.. malah baru tau mamatika masuk kesenian..

to hedi : hehe, novel juga suka ada yg gitu kok...

to evi : butuh penerjemah tersumpah, eh, disumpahin? :P

to septian : wah.. obral buku di sing asek sekale..
Name
January 18, 2007   05:04 PM PST
 
Alan Lightman, terima kasih buat postingan yang cukup menarik karena saya terinspirasi dengan dia, karena sebagai physicist, dia juga mau menulis, jarang2 ilmuan Indonesia mau nulis essay dan novel kayak dia.

Pengen beli bukunya ah !!!!!!!
evi
January 18, 2007   02:13 PM PST
 
Baca terjemahannya aja ah...... kalo aslinya mumet pake buka kamus lagi *ga mau susah*
Hedi
January 18, 2007   10:52 AM PST
 
Yang penting terjemahannya mudah dimengerti. Seperti diktat kuliah itu, lebih enak baca bahasa aslinya, kalo bahasa indonesia suka mumet :D
lantip
January 18, 2007   10:06 AM PST
 
mpok tertarik jadi penerjemah? tapi ilmu-ilmu sosial, gimana? :)

hmm.. fisikawan memang biasanya cerdas kok (besarkepalaseketika) hihihi
oh ya satu lagi,
matematika itu dulu masuknya mata pelajaran art. wajar kalo dibilang ilmuwan itu mirip seniman, lha wong semua yang disebut ilmuwan itu suka itung-itung (minimal statistik) hihihi
bebek
January 18, 2007   09:38 AM PST
 
wahh... masalah terjemah menterjemah aku sih lebih pilih "baca" hasil terjemahannya aja. idup udah pusing, ditambah lagi mesti baca yang ga bisa masuk langsung sekali baca... :p
tito
January 18, 2007   09:31 AM PST
 
ilmuwan dan seniman ? itu saya bukan ? :p
Hany
January 18, 2007   08:57 AM PST
 
Ho oh Bin, itu jg yg bikin gue seneng bgt jadi penerjemah naskah anu ehem itu loh Biin yang dulu ente jg jadi panitiya, seminar. Hehehe...
Ambar
January 18, 2007   12:12 AM PST
 
iyah...baca..baca..hingga ingin keluar dengan nulis!
Mbilung
January 17, 2007   08:12 PM PST
 
boleh menterjemahkan tidak sama dengan akan dibayar ya mpok?
danu
January 17, 2007   06:13 PM PST
 
oh, ini terjemahannya mpok ya. kapan dibukukan nih? banyak order terjemahannya ya mpok? bagi2 dong. *halah komen-nya jadi ngaco gini yak:d*
Qky
January 17, 2007   04:01 PM PST
 
di tunggu... terjemahan-terjemahannya... jadi saya yang layman ini tak perlu lagi buka-bukaan dengan kamus...
btw, bikin blog satu lagi aja, Mpok ;-)

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments








Blogdrive