Basi Tidak Basi, Kudu Modal Juga..
Pada hari Kamis lalu, Ibunda menerima sepucuk surat via pos. Di amplop tertera nama si pengirim, Drs. Rahmat Riyadi, Jl. Gatot Subroto Kav. 09-11, Jakarta 12310. Surat terdiri atas 3 halaman.
Halaman 1 :
Surat dengan kertas berkop "PT. Global Media Nusantara", beralamat di Menara Mulia, Jl. Gatot Subroto, Tel. 021-5706007. Tertulis perihal surat : Pemberitahuan Terakhir. Singkatnya, di situ disebutkan, Ibunda meraih hadiah utama "Gebyar Tabloid Nova periode II-2006" berupa 1 mobil Toyota Avanza. Dan informasi selengkapnya, penerima diharapkan menelepon Manager Promosi di Hotline atau Contact Person Drs. Rahmat Riyadi di 0816-885357. Surat ditandatangani oleh Ir. Karsono Budiman, General Manager PT. Global Media Nusantara. Tertulis pula, tembusan surat pada Dirjen Bina Sosial RI dan Dirjen Pajak.
Halaman 2 :
Berita acara pengesahan pemenang undian, ditandatangani Herri Bangsawan, SH selaku notaris, Drs. Wiryawan Darmaji, Direktur Sumber Dana Sosial Departemen Sosial RI selaku saksi, dan Ir. Karsono Budiman selaku pelaksana undian. Dilampirkan juga potongan kartu pos dengan nama dan alamat Ibunda "sebagai bukti keabsahan pemenang".
Halaman 3 :
Lembaran ini berwarna kuning, merupakan bukti pemotongan/pemungutan PPh hadiah undian sebesar Rp. 24.750.000,- atau 25% dari harga Toyota Avanza Rp. 99.000.000,-. PPh itu harus dibayarkan paling lambat tanggal 30 Agustus 2006, sehari sebelum surat itu diterima. Halaman ini berkop Departemen Keuangan RI, Dirjen Pajak, Kantor Pelayanan Pajak Wilayah IV yang beralamat di Gd. Menara Jamsostek, Jl. Gatot Subroto Kav. 40-42 Jakarta. Lembaran ini ditandatangani oleh Drs. Djoko Slamet Surjoputro selaku Kepala Kantor Pelayanan Wilayah IV Jakarta Raya.
Penipuan semacam ini bukan hal baru. Kantor Bang Pakde Mbah Juragan Paman juga pernah kena catut. Anda sekalian pun mungkin pernah mengalami yang semacam ini. Ibunda anteng-anteng saja, toh sudah sering surat-surat berbau promosi atau "surat sampah" tiba di alamat kami lewat pos. Yang mengherankan, pelaku sebegitu berniat dalam melakukan kejahatannya. Semua stempel surat tentu harus dibikin dulu, meskipun kertas kop norak mudah dibuat dengan printer berwarna, termasuk kertas kop kantor pajak, lambang Burung Garuda dan lambang Depsos. Anehnya, amplop tidak pakai kop (nggak bisa bikinnya, yaa..?). Bagaimanapun, semua itu butuh modal, kecuali jika para pelaku juga bekerja di sebuah kantor dan memanfaatkan fasilitas kantor (bisa swasta, bisa pemerintah). Minimal, mereka harus mengeluarkan uang untuk membayar bea pos kilat khusus.
Oh ya, bagaimana dengan potongan kartu pos tadi? Itu memang tulisan tangan saya. Dulu saya suka ikut mengirim Figjig ke majalah Intisari, tapi seingat saya, yang terakhir kali sudah lebih dari setahun yang lalu. Bahkan mungkin lebih..
PS :
1. Kenapa sih banyak orang mengetik "PT" dengan hanya satu titik? Kalau memang pingin terlihat resmi, teliti dikit, napa..?
2. Tadinya terpikir oleh saya untuk menelepon nomor-nomor di atas, tapi malah rugi pulsa dong
3. Polisiiii, where are you? *Shaggy mencari Scooby Doo mode ON*
Halaman 1 :
Surat dengan kertas berkop "PT. Global Media Nusantara", beralamat di Menara Mulia, Jl. Gatot Subroto, Tel. 021-5706007. Tertulis perihal surat : Pemberitahuan Terakhir. Singkatnya, di situ disebutkan, Ibunda meraih hadiah utama "Gebyar Tabloid Nova periode II-2006" berupa 1 mobil Toyota Avanza. Dan informasi selengkapnya, penerima diharapkan menelepon Manager Promosi di Hotline atau Contact Person Drs. Rahmat Riyadi di 0816-885357. Surat ditandatangani oleh Ir. Karsono Budiman, General Manager PT. Global Media Nusantara. Tertulis pula, tembusan surat pada Dirjen Bina Sosial RI dan Dirjen Pajak.
Halaman 2 :
Berita acara pengesahan pemenang undian, ditandatangani Herri Bangsawan, SH selaku notaris, Drs. Wiryawan Darmaji, Direktur Sumber Dana Sosial Departemen Sosial RI selaku saksi, dan Ir. Karsono Budiman selaku pelaksana undian. Dilampirkan juga potongan kartu pos dengan nama dan alamat Ibunda "sebagai bukti keabsahan pemenang".
Halaman 3 :
Lembaran ini berwarna kuning, merupakan bukti pemotongan/pemungutan PPh hadiah undian sebesar Rp. 24.750.000,- atau 25% dari harga Toyota Avanza Rp. 99.000.000,-. PPh itu harus dibayarkan paling lambat tanggal 30 Agustus 2006, sehari sebelum surat itu diterima. Halaman ini berkop Departemen Keuangan RI, Dirjen Pajak, Kantor Pelayanan Pajak Wilayah IV yang beralamat di Gd. Menara Jamsostek, Jl. Gatot Subroto Kav. 40-42 Jakarta. Lembaran ini ditandatangani oleh Drs. Djoko Slamet Surjoputro selaku Kepala Kantor Pelayanan Wilayah IV Jakarta Raya.
Penipuan semacam ini bukan hal baru. Kantor Bang Pakde Mbah Juragan Paman juga pernah kena catut. Anda sekalian pun mungkin pernah mengalami yang semacam ini. Ibunda anteng-anteng saja, toh sudah sering surat-surat berbau promosi atau "surat sampah" tiba di alamat kami lewat pos. Yang mengherankan, pelaku sebegitu berniat dalam melakukan kejahatannya. Semua stempel surat tentu harus dibikin dulu, meskipun kertas kop norak mudah dibuat dengan printer berwarna, termasuk kertas kop kantor pajak, lambang Burung Garuda dan lambang Depsos. Anehnya, amplop tidak pakai kop (nggak bisa bikinnya, yaa..?). Bagaimanapun, semua itu butuh modal, kecuali jika para pelaku juga bekerja di sebuah kantor dan memanfaatkan fasilitas kantor (bisa swasta, bisa pemerintah). Minimal, mereka harus mengeluarkan uang untuk membayar bea pos kilat khusus.
Oh ya, bagaimana dengan potongan kartu pos tadi? Itu memang tulisan tangan saya. Dulu saya suka ikut mengirim Figjig ke majalah Intisari, tapi seingat saya, yang terakhir kali sudah lebih dari setahun yang lalu. Bahkan mungkin lebih..
PS :
1. Kenapa sih banyak orang mengetik "PT" dengan hanya satu titik? Kalau memang pingin terlihat resmi, teliti dikit, napa..?
2. Tadinya terpikir oleh saya untuk menelepon nomor-nomor di atas, tapi malah rugi pulsa dong
3. Polisiiii, where are you? *Shaggy mencari Scooby Doo mode ON*






