<body></noscript><center><script language='JavaScript' type='text/javascript' src='http://ads.blogdrive.com/adx.js'></script> <script language='JavaScript' type='text/javascript'> <!-- if (!document.phpAds_used) document.phpAds_used = ','; phpAds_random = new String (Math.random()); phpAds_random = phpAds_random.substring(2,11); document.write ("<" + "script language='JavaScript' type='text/javascript' src='"); document.write ("http://ads.blogdrive.com/adjs.php?n=" + phpAds_random); document.write ("&amp;what=zone:5"); document.write ("&amp;exclude=" + document.phpAds_used); if (document.referrer) document.write ("&amp;referer=" + escape(document.referrer)); document.write ("'><" + "/script>"); //--> </script><noscript><a href='http://ads.blogdrive.com/adclick.php?n=a42e1b2b' target='_blank' rel=nofollow><img src='http://ads.blogdrive.com/adview.php?what=zone:5&amp;n=a42e1b2b' border='0' alt=''></a></noscript> <br><script type="text/javascript"><!-- google_ad_client = "pub-2589431880394796"; google_alternate_ad_url = "http://ads.blogdrive.com/static/blank.html"; google_ad_width = 728; google_ad_height = 15; google_ad_format = "728x15_0ads_al"; google_ad_channel ="6215721543"; google_color_border = "FFFFFF"; google_color_bg = "FFFFFF"; google_color_link = "000000"; google_color_url = "000000"; google_color_text = "000000"; //--></script> <script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"> </script> <noscript><a href="http://ads.blogdrive.com/adclick.php?n=a6b05a3e" target="_blank"><img src="http://ads.blogdrive.com/adview.php?what=zone:3&amp;n=a6b05a3e" border="0" alt=""></a></noscript></center>

Aug 21, 2006

uneg-uneg si mpokb >>>>

Menghemat Listrik? Gimana, ya..

"Sudah kuduga," bisik tiang listrik pada seutas kabel yang baru disangkutkan pada tubuhnya. "Sudah kuduga papan reklame baru itu akan mengambil tenaga dari tubuhku. Mana bisa dia bersinar dengan sendirinya tanpa ada lampu? Mana bisa lampunya menyala tanpa ada listrik yang dicomot dari tubuhku? Bahkan sejak pemasangan tiang pertama di seberang sana, aku sudah tahu. Di tempat itu bakal ada papan reklame baru. Yang tidak aku tahu adalah, papan reklame itu bisa sampai sebesar itu. Sungguh mengganggu penglihatanku! Gemas aku!"

"Psst, dasar tiang listrik tidak tahu diri. Itu sudah tugasmu!" balas kabel dengan sengit. "Kau pikir aku senang menempel-nempel di tubuhmu yang dingin, lurus dan hitam pekat ini? Kau pikir aku senang kalau tubuhku sendiri diiris-iris, diplintir, lalu disambung kembali untuk menyalurkan listrik? Memang nasibku masih lebih baik daripada kabel gelap milik pencuri listrik kelas teri. Mereka itu, sudah dipaksa mengalirkan listrik tidak sesuai kemampuan, sewaktu-waktu bisa mampus ikut gosong, juga tidak punya kebanggaan apa-apa. Entah mereka didatangkan dari mana, mungkin juga mereka itu cuma hasil curian. Kalau aku kan.."

"Apa kamu? Mau menyombongkan diri? Kamu ini cuma perantara. Bisa diganti sewaktu-waktu. Aku lebih penting! Aku ini tiang listrik! Resmi! Milik pemerintah! Kalau aku tidak ada, mana bisa lampu jalanan menyala di malam hari? Mana bisa lampu merah di sana itu mengatur lalu lintas?"

"Mana bisa reklame yang membuatmu cemburu itu menyala dengan cemerlang? Mana bisa tukang nasi goreng menggelar tenda setiap malam?" tukas kabel tergesa.

Tiang listrik merengut. "Aku sudah capai. Bertahun-tahun aku berdiri, semakin tua justru bebanku semakin bertambah. Bos besarku sudah mengingatkan agar orang-orang menghemat listrik, tapi entah siapa bermain mata, justru semakin banyak gedung tinggi dibangun dan semakin memboroskan listrik. Ya. Begitu kata burung gereja yang suka hinggap di kabelku. Eeeeh, malah sekarang seutas kabel besar cerewet ditambahkan membebaniku," keluhnya sambil melirik tajam pada si kabel. "Heh, kamu ini sebenarnya bayar atau tidak, menempel-nempel di tubuhku?"

"Kalau bukan aku, tentu temanku yang akan ditempelkan di sini. Seperti kubilang, tugasku hanya menyalurkan listrik. Seperti kaubilang, aku hanya perantara. Aku tahu, sebenarnya kau iri karena orang-orang lebih memerhatikan reklame keren yang terang benderang itu, tapi melupakanmu. Penghargaan yang kauterima paling-paling cuma... Hahaha! "Terima cuci sofa, 777100", "Sedot WC, 869403". Terima sajalah, kau sama denganku, sekumpulan benda-benda menyedihkan! Tidak seperti reklame keren itu! Setiap pengendara mobil dan motor akan memperlambat kendaraannya untuk menoleh. Setiap pejalan kaki yang lewat pasti memerhatikannya dengan kagum. Mereka tidak peduli, apakah reklame itu membayar atau mencuri listrik darimu, atau menyakitiku dengan besarnya arus listrik yang menjalariku. Mereka cuma akan terkagum-kagum, seolah ingin melahap semua yang terpampang di papan reklame itu seperti melahap nasi goreng bikinan warung tenda yang juga mencantol listrik darimu!"



al-7
August 28, 2006   04:38 PM PDT
 
dari pada berantem mending sitiang listrik dipensiukan saja, hare gene kok masih ada tiang listrik ;p

tukang abab!
August 27, 2006   07:36 AM PDT
 
wah... jeng sampeyan ini punya kekuatan semacam prabu angling dharma ya jeng? angling dharma yang suka cengar-cengir lantaran ngerti omongannya cicak di dinding... lha sampeyan lebih sakti mandrabokir lagi kalo gitu.... tiang listrik ngedumel bisa ngerti....
FarahPutri
August 25, 2006   02:38 PM PDT
 
Mpok..cara menghemat listriik tuh dengan cara matiin listrik..hehehe..

Thx Mpok ye ude komen di blog aye..hehehe..seneng2 deh mpok komen di blog newbie kaya akyuuu.. :")

Ngupi yuxxx..
Mimi Hitam
August 24, 2006   04:52 PM PDT
 
Kita usul gimana kali tiang listrik warnanya jangan hitam lagi? pink, biru, merah gitu? hehehe.. biar tiang listrik gak terlalu bete kita dandanin aja ;)
danu
August 23, 2006   06:42 PM PDT
 
masih ingat 17-22? halah, kampanye pe-el-en... tiang listrik emang jd tempat paling ideal buat nempel segala macem ya mpok. kasih tau warung tendanya ntar kena 'opal' dia :d
Luthfi
August 23, 2006   06:22 PM PDT
 
kampanye PLN detected
PLN
August 23, 2006   06:18 PM PDT
 
ooo si mpok ini tiang listrik to?

bisa manggul bilbor sampe berapa berat? pernah disetrum jugakah?

pasti paling gak seneng kalo diminta manggul bilbor marlboro, soalnya kudanya pada berisik. ato kumis koboinya itu njegrak... :D
Mbilung
August 23, 2006   02:00 PM PDT
 
lha nasibnya yg di belakang layar ya begitu, banting-bantingan, tetapi yang padang gilar-gilar yang di panggung. Hanya saja, apa iya itu tiang dan kabel bakal ada di situ kalau ndak karena papan reklame mau dibangun di situ? Wis...mbuh Mbak.
tito
August 22, 2006   08:44 PM PDT
 
kok jadi ingat "Saman" karangannya Ayu Utami. Tentang orang gila yang merancap di tiang listrik. Nasibnya tiang listrik. Paling tidak masih ada yang mau sama tiang listrik...orang gila.
andry
August 22, 2006   06:45 PM PDT
 
Tapi kalo reklame keren itu dipasangkan pada tiang listrik, bukannya itu malah makin memberatkan bebannya yang makin berat?

Bentuk penghargaan kepada tiang listrik, ya saat tiang listrik itu dipakai. Itu sudah, ehm, adi kodrati tiang listrik :D
bebek
August 22, 2006   04:05 PM PDT
 
mpok.... pinter yah tiang listriknya bisa mikir dan ngoomooong... tapi klasik tuh masalahnya... kecemburuan sosial... :D,. antar papan reklame harusnya dilarang saling mendahului loh :))
ipoul_bangsari
August 22, 2006   01:52 PM PDT
 
kalo dikampung saya, orang-orang berlomba untuk sesedikit mungkin pakai listrik. soalnya listrik belum cukup murah buat warga kami. jadinya, kalo malam gelap banget. tapi saya malah suka tuh, malah saya memimpikan jakarta gelap seperti kampung saya. asyik!!!
yoyok
August 22, 2006   01:34 PM PDT
 
psstt....denger2 ya..buat nanem tiang listrik dan galian kabel

pln harus bayar ke pemda...

kok aneh ya ?
bukannya sama2 punya negara ?

negara yang aneh
lantip
August 22, 2006   01:05 PM PDT
 
.. dan di jogja masih berlaku hadiah bagi pembayar pajak listrik paling rajin. tapi kenapa musti SMS? tiang listrik kalah seksi dibanding body handphone? hihihi
Hany
August 22, 2006   01:00 PM PDT
 
Nasibmu tiang listriiik, tiang listrik.

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments








Blogdrive